VIDEO: Masyarakat Kedang-Lembata, Menari Sepanjang Jalan Saat Expo Uyelewun Raya. Tonton Videonya

VIDEO: Masyarakat Kedang Menari Sepanjang Jalan Saat Expo Uyelewun Raya di Lembata. Tarian massal warga itu wujud dari atraksi pelung gunung Uyelewun.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Masyarakat  Kedang Menari Sepanjang Jalan Saat Expo Uyelewun Raya. Tonton Videonya

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – VIDEO: Masyarakat  Kedang Menari Sepanjang Jalan Saat Expo Uyelewun Raya. Tonton Videonya

Salah satu acara yang paling ditunggu dari Expo Budaya Uyelewun Raya, adalah atraksi peluk gunung, Sabtu (19/10/2019).

Dalam atraksi tersebut, panitia memperkirakan 20 ribu warga yang berada di kaki gunung Uyelewun, membawakan tarian Hamang Kapung Ili ini.

VIDEO: Begini Cara Rafathar, Anak Raffi Ahmad Bikin Panik Bundanya, Nagita Slavina

VIDEO: Pengungsi Asal TTS Merelakan Hartanya di Wamena, Papua Barat. Tonton Videonya

VIDEO: Gara-gara Tas Kuliah, Mahasiswa Undana Tawuran di Dalam Kampus. Tonton Videonya

Usai diterima secara adat dan menyaksikan atraksi budaya dan menggelar ritual adat di lokasi Expo Uyelewun Raya di Desa Benihading 1, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, rombongan bupati dan rombongan pejabat kementerian, langsung berkeliling kampung di kaki Gunung Uyelewun.

Mereka menggunakan dua mobil jip terbuka, diikuti beberapa mobil dan sepeda motor warga lainnya.

Rombongan bupati dan pejabat kementerian disambut puluhan pelajar dan warga yang berdiri membentuk pagar betis di tepi jalan.

Ada juga yang menyambut rombongan dengan tarian dan tabuhan gong dan gendang, khas masyarakat Kedang.

Mereka bersukaria. Bahkan beberapa kali mereka meminta Bupati Sunur turun dari atas mobil untuk menari bersama mereka di jalanan yang rusak.

Sejumlah warga berharap dengan merasakan langsung kondisi jalan rusak di desa-desa yang dilalui itu, Bupati Sunur bisa segera menuntaskan masalah infrastruktur jalan di wilayah Kedang.

Hal menarik juga dilakukan Warga Desa Pemana, ketika rombongan bupati memasuki desa mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 Wita.

Meski hari sudah gelap, warga yang memenuhi badan jalan, menyambut rombongan dengan tarian dan tabuhan gong dan gendang.

Selain itu, mereka juga meminta Bupati Sunur untuk turun dari mobil dan berjalan bersama mereka kembali ke lokasi expo di Desa Benihading 1.

VIDEO: Angin Puting Beliung Terbangkan Atap Gedung SD GMIT Nifukani di Kabupaten TTS. Ini Videonya

VIDEO: Pengungsi Wamena Asal NTT Trauma Berat. Nelfi Pono Tak Mau Kembali Lagi. Tonton Videonya

VIDEO: Lihat Anak Maumere Ini, Nekad Berjalan dan Bergelantung di Tali Menuju Kapal. Ini Videonya

Bupati pun menuruti permintaan warga dan berjalan sejauh satu kilo lebih bersama ratusan warga yang menemaninya sampai kembali ke lokasi expo.

Anggota DPRD Provinsi NTT asal Lembata, Yohanes De Rosari, memberi profisiat dan apresiasi kepada Pemkab Lembata yang telah menyelenggarakan Expo Uyelewun Raya.

"Bupati juga melatih langsung anak anak yang menari. Profisiat atas kesuksesan penyelenggaraan malam ini. Momen ini mau kembali menggali potensi budaya, tarian dan atraksi. Kalau kita diamkan, maka pewaris ke depan susah mengangkat kembali budaya kita ini," tegas Mantan Wakil Ketua DPRD Lembata ini.

Pada kesempatan itu, politisi Partai Golkar juga menyampaikan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Lembata.

"Saya berada di Komisi IV supaya bisa urus Uyelewun Raya dan masyarakat Lembata. Hari ini kunjungan perdana saya sejak dilantik pada 3 September 2019. Tahun ini, RAPBD 2020 provinsi kita dapat pekerjaan jalan Waijarang-Wulandoni senilai Rp12 miliar. Saya sudah sampaikan kepada gubernur supaya jalan lupa jalan di Kedang. Tugas saya saat ini adalah menuntaskan jalan Panama-Wairiang," ujar Yohanes.

Wakil rakyat yang akrab disapa Hoat ini juga menyampaikan beberapa catatan perihal pengambangan expo dan pariwisata Lembata pada umumnya.

Pertama, jelas Hoat, pemerintah perlu akses media supaya expo budaya ini menjadi terkenal.

Kedua infrastruktur, Pemkab Lembata tidak bisa berharap banyak pada APBD II untuk membangun semua ruas jalan di Lembata.

Oleh karena itu, harus ada intervensi anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di Lembata.

Ketiga, soal fasilitas wisata seperti toilet yang harus disiapkan.

Keempat, Hoat bicara soal intervensi anggaran.

"Untuk bangun pariwisata itu tidak sekaligus, tidak satu kali langsung popular, tapi step by step," ujarnya

Sementara itu, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik, Hasrul Edyar, berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kearifan lokal sehingga patut menjadi teladan di tingkat nasional.

VIDEO: Korban Kerusuhan Wamena-Papua Tiba di Flores. Mereka Bawa Pakaian Seadanya. Ini Videonya

VIDEO: Kelainan Refraksi Mata Masih Nomor 1 di Kota Kupang. Tonton Videonya

VIDEO: Istri Gubernur NTT Julie Sutrisno Laiskodat Sibuk Ajari Anak Mencuci Tangan. Tonton Videonya

"Suatu ketika Lembata jadi barometer ekonomi di Indonesia timur. Asalkan dikelola dengan baik. Ini salah satu cara untuk mempopulerkan budaya dan pranata adat di Lembata. Potensi yang harus dikembangkan itu, ialah wisata," ujarnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur akan melakukan evaluasi lagi terhadap pelaksanaan expo tersebut. Menurut dia, semua kegiatan akan dibuat jadi pertunjukan yang bagus.

"Saya memang datang sendiri melatih, tapi dalam waktu hanya dua jam saja. Jadi ada yang ikuti dan ada yang tidak."

Dia berencana tahun 2020 nanti, akan ada koreografer sebagaimana pertunjukan Festival 3 Gunung. Pemerintah juga akan bekerja sama lagi dengan Institute Seni Indonesia (ISI) Jogja.

"Saya akan buat teatrikal yang lebih luar biasa lagi. Konsep dasarnya sudah ada. Hanya saja, kemarin itu waktu latihannya hanya dua jam saja," ujarnya. (POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Nonton Videonya Di Sini:

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved