Wabah Penyakit

GAWAT! Virus Demam Babi Afrika Ancam NTT, Menyebar dari Timor Leste, Kenali Gejalanya

Menurutnya, NTT dengan memiliki populasi ternak babi tertinggi di Indonesia, dalam keadaan bahaya.

GAWAT! Virus Demam Babi Afrika Ancam NTT, Menyebar dari Timor Leste, Kenali Gejalanya
WIKIPEDIA
Virus ASF 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) menyerang ternak babi di Kota Dili, Timor Leste. Penyakit mematikan ini berpotensi menyebar ke wilayah Provinsi NTT mengingat secara geografis letaknya berdekatan, serta mobilitas manusia dan barang di daerah perbatasan berjalan lancar.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (The World Organization for Animal atau Office International des Epizooties/OIE) merilis laporan mengenai temuan kasus ASF di Timor Leste.

Dalam Immediate Notification Report Summary, disampaikan bahwa telah ditemukan pertama kali penyakit virus ASF pada ternak babi di Dili, Timor Leste. Penemuan ini diumumkan tanggal 27 September 2019.

Pemda Rote Ndao Kecewa Terhadap Wings Air, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, pada 19 September, Ministry of Agriculture and Fisheries (MAF) mengidentifikasi 400 ekor babi yang terinfeksi dan 400 lainnya mati di Dili. MAF mengumpulkan sampel dari babi yang terinfeksi kemudian dikirim ke Australia untuk pengujian laboratorium.

Selanjutnya, tanggal 26 September, pihak Australia mengonfirmasi kasus ASF di Timor Leste. Sehari kemudian, OIE mengeluarkan pemberitahuan resmi perihal status positif ASF di Timor Leste.

Negara bekas provinsi ke-27 Indonesia itu kini masuk dalam deretan daftar negara-negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar dan Filipina yang tekena wabah ASF.

TransNusa Masuk Rote, Bupati Paulina Haning Bungkam

Hal ini dijelaskan peneliti Supply Chain Komoditas Babi di NTT, Ferdinandus Rondong ketika mendampingi tim Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) bertandang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (2/10/2019).

Tim Kementan terdiri dari Medik Veteriner Utama, Drh Pudjiatmoko PHd, Medik Veteriner Muda Drh Purnama Martha OS, MSi serta Drh Dollik Donando. Selain Rondong, dari Supply Chain Komunitas Babi NTT/Prisma Indonesia juga hadir Gracia Christie Napitupulu dan Patrisius Usfomeny.

Rondong mengatakan, wabah ASF mengancam keberadaan industri peternakan babi serta menyebabkan kerugian ekonomi yang serius. Menurutnya, NTT dengan memiliki populasi ternak babi tertinggi di Indonesia, dalam keadaan bahaya. Rawan diserang dan berpotensi tertular virus ASF dari Timor Leste.

Ini Harapan Masyarakat Terhadap 17 Wakil NTT di Senayan Jakarta

"Babi baik yang hidup maupun mati, produk babi, kotoran dan urin babi, kutu babi, bahan makanan, fomite (benda mati) dan manusia (pakaian, alas kaki, topi, dan lain-lain) yang terkontaminasi virus ASF merupakan carrier potensial bagi penularan ASF," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved