Nasional Terkini

Mahasiswa Timor Leste Sekarat Ditusuk Warga, Diduga Akibat Kembang Api

Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Akasia XVI Denpasar Timur.

|
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
PENGEROYOKAN- Ilustrasi pengeroyokan 

POS-KUPANG.COM, DENPASAR -- Mahasiswa asal Timor Leste di Kota Denpasar Bali sekarat setelah ditusuk oleh warga. 

Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Akasia XVI Denpasar Timur, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 19.30 WITA.

Awalnya ia menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan senajata tajam. Aksi penusukan pun berlangsung cepat. 

Baca juga: Warga Timor Leste Gerah Ulah Debt Colector di NTT 

Mahasiswa bernama Kristianus Bayu AP Soares (24) itu pun kritis dan dilarikan ke rumah sakit. 

Insiden diduga dipicu kesalahpahaman terkait aktivitas bermain kembang api atau petasan di sekitar kos. 

Salah seorang warga menuturkan, peristiwa bermula saat suasana malam penutupan akhir tahun mulai ramai. Ketika itu, korban diketahui hendak membeli makanan di sekitar kos temannya.

Di lokasi, pemilik warung sempat menegur sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan kembang api karena dikhawatirkan mengganggu balita yang sedang tidur. 

Tak berselang lama, beberapa remaja lain datang menggunakan sepeda motor dan kembali hendak menyalakan petasan di depan warung tersebut.

Teguran kembali dilontarkan. Situasi pun memanas. Korban yang berada di lokasi disebut ikut tersulut emosi hingga terjadi dorong-dorongan dengan salah satu pria berinisial GK dan beberapa rekannya.

Merasa situasi sudah kondusif, Kristianus kembali ke kos temannya. Namun tak lama kemudian, sekelompok orang mendatangi kos tersebut dan mengetuk pintu. Tanpa banyak bicara, korban langsung diserang secara brutal.

Korban dipukul dan diserang menggunakan sejumlah benda, termasuk besi dan benda menyerupai tombak. 

Berusaha menyelamatkan diri, korban keluar dari area kos dan berlari ke arah Jalan Akasia. Aksi pengejaran bahkan berlanjut hingga depan sebuah warung dan studio tato di kawasan tersebut.

Dalam kondisi bersimbah darah, korban akhirnya dilarikan ke RSAD Udayana Denpasar menggunakan sepeda motor oleh rekan-rekannya

Teman kos korban, Frelydino Nyongkianus Leki, mengaku melihat Kristianus kembali ke kos dengan luka parah.

“Tangannya luka berat, darah banyak keluar. Kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved