Jangan Kaget, Ternyata Perilaku Ini Penyebab Angka ODHA Tinggi di Kota Kupang

Jangan kaget, ternyata perilaku ini penyebab angka ODHA tinggi di Kota Kupang

Jangan Kaget, Ternyata Perilaku Ini Penyebab Angka ODHA Tinggi di Kota Kupang
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Pendamping ODHA dari LSM Perjuangan, Yulius (45) saat ditemui di Sekretariat LSM Perjuangan Jln Amabi Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin (9/9/2019) malam. 

Jangan kaget, ternyata perilaku ini penyebab angka ODHA tinggi di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Yulius (45), seorang pendamping Orang Dengan HIV/AIDS ( ODHA) dari LSM Perjuangan Kupang mengatakan, penyebab tingginya angka ODHA di Kota Kupang karena banyak ODHA yang memiliki perilaku seks bebat dan baru mengetahui positif mengidap HIV/AIDS.

Sebab, virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imun) dapat bertahan selama belasan tahun dalam tubuh.

Hal ini disampaikannya saat ditemui di Sekretariat LSM Perjuangan Jln Amabi Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin (9/9/2019) malam.

Di Lembata Angin Kencang Robohkan Rumah Polikarpus Wuwur

"Mengenai datanya, banyak orang yang datang dari luar daerah tidak membawa kartu identitas, jadi kita buat surat domisili sementara untuk dapat SKTM, jadi dia masuk dalam Kota Kupang. Untuk penyakitnya sendiri, virus HIV dapat bertahan di tubuh manusia selama belasan tahun. Misalnya, saya terinfeksi pada 2013. Berarti di 10 tahun yang lalu ada satu kejadian yang terlupakan lalu ketahuan lagi," jelasnya.

Yulius yang akrab disapa Yos ini juga merupakan ODHA yang positif terkena HIV/AIDS 2013 silam dan saat ini bertugas mendampingi para ODHA bersama 4 rekannya dari LSM Perjuangan.

LSM Perjuangan merupakan lembaga di bawah koordinasi Pengelola Program HIV/AIDS KPAI Kota Kupang.

Penderita HIV/AIDS di Kota Kupang Naik yang Suka Jajan Jangan Malu Periksa Kesehatan

Dijelaskannya, saat KPAI Kota Kupang menemukan kasus baru, maka akan diserahkan kepada pihaknya untuk selanjutnya dilakukan pendampingan.

Faktor penyebab terkena HIV/AIDS, lanjut Yos, yakni saat seseorang kontak langsung dengan cairan sebagai tempat hidupnya virus seperti cairan darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu.

"Jadi, saat kota kontak dengan salah satu dari empat cairan itu maka kita akan terkena. Trendnya di Kota Kupang lebih banyak IRT daripada di Lokalisasi. Karena mereka tidak tahu suami mereka suka jajan di luar," paparnya.

Kota Kupang Ranking 1 Penderita HIV/AIDS Kadis Kesehatan Minta Orangtua Lakukan Ini

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved