Kota Kupang Ranking 1 Penderita HIV/AIDS Kadis Kesehatan Minta Orangtua Lakukan Ini

Wilayah Kota Kupang ranking 1 penderita HIV/AIDS kadis kesehatan minta orangtua lakukan ini

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
drg. Retnowati Kadis Kesehatan Kota Kupang di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019). 

Wilayah Kota Kupang ranking 1 penderita HIV/AIDS kadis kesehatan minta orangtua lakukan ini

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wilayah Kota menempati urutan pertama penderita HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Dinas Kesehatan Kota Kupang, mendata jumlah penderita HIV/AIDS di Ibu Kota Provinsi NTT itu per Juli 2019 mencapai 1.509 orang.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (9/9/2019) menjelaskan, dari jumlah 1.509 penderita tersebut 1.069 merupakan penderita HIV dan sisanya, 440 penderita AIDS.

DPC PKB Manggarai Barat Belum Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Ia mengatakan, baik penderita HIV maupun AIDS, sebagian besar berada pada rentang usia 25 sampai 49 tahun dan dominan tertular melalui hubungan seks.

Padahal kata dia, berbagai macam sosialisasi sudah terus menerus dilakukan oleh Dinkes Kota Kupang serta LSM untuk menekan penyebaran HIV-AIDS.

Menurutnya, ada 3 cara prinsip dalam pencegahan penularan HIV, yaitu A, B, dan C atau dapat diartikan prinsip Abstinence, be faithfull, condom, dan no drugs.

SBY Beri Arahan Tertutup pada Anggota Legislatif Partai Demokrat, Ini Penjelasan Ibas

Retno menjelaskan, Abstinence berarti tidak berhubungan dengan orang lain selain pasangan, B dari be faithfull saling setia terhadap pasangannya, dan C condom, menggunakan kondom jika pasangan kita mengidap HIV/AIDS atau jika kita tidak yakin terhadap pasangan kita.

Orangtua Harus Jalankan Fungsi Keluarga

drg. Retnowati menjelaskan, penyebaran virus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. "Kita hanya mengetahui di permukaan saja, tetapi kita tidak tau berapa banyak yang tertular dari penderita yang terdata," ungkapnya.

Menurutnya, orangtua punya peran penting untuk menekan penyebaran HIV-AIDS terutama kepada kaum muda atau generasi penerus dengan sungguh-sungguh menjalankan fungsi keluarga.

"Jangan kita tidak peduli dengan fungsi keluarga. Itu sangat penting bukan saja hanya soal HIV/AIDS ini menyangkut masa depan dari anak-anak dan orangtua harus mempersiapkan dengan baik," tegasnya.

Menurutnya, ada delapan fungsi keluarga yang harus dijalankan oleh orangtua, antara lain, agama, sosial-budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta lingkungan.

Ia menjelaskan jika fungsi keluarga ini dijalankan dengan sungguh-sungguh maka berbagai hal buruk pada anak, bisa diminimalisir termasuk terhindar dari pergaulan, bebas narkoba, drugs yang menjadi media menyebarnya HIV/AIDS.

Retno lalu memberi penjelasan dari masing-masing fungsi keluarga tersebut. Pertama, Agama. Retno mengatakan, orangtua seringkali lupa menyediakan waktu untuk berdoa bersama anak-anak.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved