Berita Nasional

Vaksin Imunisasi Measles dan Rubella Tidak Halal? Ini Himbauan MUI

vaksin imunisasi Measles dan Rubella Tidak Halal? Himbauan MUI agar tinggalkan jika tak yakin.

Vaksin Imunisasi Measles dan Rubella Tidak Halal? Ini Himbauan MUI
pos kupang.com, dion kota
Petugas medis, Dinkes TTS sedang memberikan imunisasi campak dan Rubella (dengan cara disuntik) kepada salah satu siswa SD Negeri Oekamusa 

POS-KUPANG.COM - vaksin imunisasi Measles dan Rubella Tidak Halal? Ini Himbauan MUI.

Keraguan soal vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) masih melanda warga, terutama umat Islam.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan agar umat Islam tidak menggunakan vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) bila tidak yakin vaksin tersebut halal.

"Kalau kita masih ragu vaksin ini tidak halal, ya tinggalkan," ujar Sekjen MUI Anwar Abbas di Kantor MUI, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Dalam perspektif Islam, kata dia, segala sesuatu sesuatu yang dimasukan ke dalam tubuh atau dikonsumsi, harus jelas halal atau haramnya. Sementara vaksin imunisasi MR belum jelas halal atau haramnya.

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Baca: 2 Profesi Bidang Data Paling Seksi Bergaji Fantastis di Masa Depan

Baca: Saat Gempa Bibi Zohri Nyaris jadi Korban Gempa

Baca: Unggah Foto Lawas Sebelum Operasi, Lucinta Luna Sebut Dirinya Mirip Bunga Citra Lestari!

Mata siswa kelas VI C di SDN 4 Angsau itu terpejam selama proses imunisasi Campak dan Rubella disuntikkan petugas, Jumat (3/8/2018).  banjarmasin post group/ mukhtar wahid

MUI belum mengeluarkan sertifikat halal untuk vaksin imunisasi MR. Hingga Senin (6/8/2018), MUI belum menerima surat permintaan pengujian dari Kemenkes.

"Informasi yang kami terima kebanyakan menyatakan bahwa vaksin itu belum halal. Oleh karena itu, ya tinggalkan apa sesuatu yang meragukan dan pindah kepada yang tidak meragukan," kata dia.

MUI menyayangkan pengunaan vaksin MR padahal belum mendapatkan sertifikat halal. Harusnya, kata dia, Kemenkes mengajukan uji halal ke Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM) sejak tahun lalu.

Baca: Bendahara Golkar NTT Alfridus Bria Seran Jadi Caleg Pusat dari Nasdem, Ini Alasannya

Baca: Beri Masukan soal Rumah Tahan Gempa, ITS Terjunkan Tim Teknik Sipil ke Lombok

Baca: Bupati Ende,Terima Kasih Mosalaki Atas Suksesnya Pilkada

Kepala Seksi P3PMK Dinkes Jatim Gito Hartono memaparkan materi saat kegiatan advokasi dan sosialisasi kampanye dan introduksi measles rubela (MR) di Hotel Sotis Kupang, Jumat (17/11/2017).
Kepala Seksi P3PMK Dinkes Jatim Gito Hartono memaparkan materi saat kegiatan advokasi dan sosialisasi kampanye dan introduksi measles rubela (MR) di Hotel Sotis Kupang, Jumat (17/11/2017). (POS KUPANG/ANDRI ATAGORAN)

MUI sudah menyurati Kemenkes. Surat itu ditindaklanjuti oleh Menkes yang datang ke kantor MUI. Kedua belah pihak sepakat agar vaksin imunisasi MR diteliti dan diperiksa.

Namun hingga Senin kemarin, MUI mengaku belum mendapatkan surat permintaan pengkajian dari Kemenkes.

MUI juga menyayangkan sikap beberapa pihak di Kemenkes yang menyatakan bahwa vaksin imunisasi MR halal. Padahal, MUI belum mengeluarkan sertifikat halal tersebut.

Halaman
123
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved