Berita Sumba Timur

Petani Tiga Desa di Umalulu Dapat Ilmu Pencegahan Hama Belalang Kembara

Para kelompok tani dari tiga desa, yakni Desa Wanga, Patawang dan Desa Umalulu mendapat ilmu tentang cara pencegahan hama belalang kembara

Petani Tiga Desa di Umalulu Dapat Ilmu Pencegahan Hama Belalang Kembara
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para petani sedang mengikuti kegiatan sosialisasi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Para kelompok tani dari tiga desa, yakni Desa Wanga, Patawang dan Desa Umalulu mendapat ilmu tentang cara pencegahan hama belalang kembara dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina).

Ilmu yang diberikan tersebut pada kegiatan Diseminasi Ilmu Pengatahuan dan Pencegahan Ledakan Belalang Kembara di Sumba Timur yang berlangsung di Aula Kantor Desa Patawang, Selasa (7/8/2018) siang.

Kegiatan tersebut atas dukungan dari program CSR PT. Muria Sumba Manis (MSM).

Baca: Agas Andreas akan Evaluasi Bantuan Rumah Bagi Warga Manggarai Timur

Narasumber dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur Ir. John Hiwa Wunu, Dari BPBD Sumba Timur Wayan Suastika, dan Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) belalang Kembara LPPM Unkriswina Sumba Mariana Silvana Moy, S.PM.,M.Si.

Hadir juga CSR and Corporate communication Manager PT.MSM Dumaria Panjaitan, Pemdes dari tiga desa, para Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dari tiga Desa tersebut.

Ketua PKM Mariana Silvana Moy kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan ilmiah terkait belalang kembara yang dikemas dalam bahasa populer zehingga dapat dimengerti oleh masyarakat luas.

Selain itu, membatu dslam upaya pencegahan preventif ledakan belalang kembara di kabupaten Sumba Timur.

Mariana mengatakan, masyarakat perlu mengenal karakteristik organisme belalang kembara antara lain siklus hidup, perilaku belalang kembara,hubungan penetasan telur dengan cuaca.

Selain itu faktor-faktor biotik yang menekan populasi seperti predator seperti semut, katak, burung pemakan serangga maupun patogen (cendawan Metarhizium).

"Aksi peting masyarakat itu yang diharapkan membantu dalam monitoring populasi dengan indikator jika menemukan belalang sekitar 20 sampai 30 ekor di suatu lokasi segera dilaporkan untuk ditanggulangi,"kata Mariana.

CSR and Corporate communication Manager PT.MSM Dumaria Panjaitan juga mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada masyarakat.

Kadis Pertanian Sumba Timur John Hiwa Wunu kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif tentang pengetahuan pencegahan dini hama belalang.

Selain itu, jajaran Dinas tersebut selalu mendampingi para petani karena pengendalian hama belalang harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua komponen masyarakat.

Wunu juga meminta kepada para petani agar tidak melakukan kegiatan pertanian berupa membuka ladang secara berpindah-pindah. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved