Berita Nasional

2 Profesi Bidang Data Paling Seksi Bergaji Fantastis di Masa Depan

Data Scientist: The Sexiest Job of the 21st Century' telah memprediksi data scientist sebagai peluang profesi masa depan.

2 Profesi Bidang Data Paling Seksi Bergaji Fantastis di Masa Depan
KOMPAS.com
Ilustrasi

POS-KUPANG.COM - Tahun 2012, Harvard Business Review melalui artikel ` Data Scientist: The Sexiest Job of the 21st Century' telah memprediksi data scientist sebagai peluang profesi masa depan.

Prediksi itu kini terbukti. Tahun 2018, McKinsey Global Institute dan McKinsey's Business Technology Office menyatakan bahwa data scientist di AS diprediksi baru mencapai 190.000 orang.

Padahal kebutuhan industri terhadap profesi ini kini sangat tinggi. Pantas kalau saat ini, banyak perusahaan berani menggaji profesi ini dengan bayaran `fantastis'.

Baca: Beri Masukan soal Rumah Tahan Gempa, ITS Terjunkan Tim Teknik Sipil ke Lombok

Feris Thia, Content Principle dari Program DQLab.id sekaligus Founder PHI-Integration -, startup Big Data yang baru saja mendapat investasi dari East Ventures dan Skystar Capital menyebutkan bahwa saat ini ada dua profesi di bidang data yang paling dicari dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

1. Data Engineer
"Di zaman serba digital seperti sekarang ini, hampir seluruh aktifitas kita tercatat baik di aplikasi smartphonemaupun pada berbagai perangkat seperti EDC kartu kredit," jelas Feris yang melalui PHI sudah lebih dari 15 tahun berpengalaman memberikan solusi di bidang manajemen data.

Berbelanja, berkomunikasi, meeting, bahkan layanan konsumen pun dilakukan lewat aplikasi. Setiap aplikasi tersebut pastinya akan menghasilkan data, tambahnya.

"Bayangkan ada ribuan, jutaan bahkan miliaran data yang dihasilkan dan berpotensi untuk menghasilkan insight penting bagi organisasi dan bisnis dari skala kecil sampai besar," kata Feris.

Realitanya, data-data dalam jumlah kecil maupun besar tersebut sering masih bersifat mentah, banyak masih "kotor" dan belum tervalidasi sehingga kualitas data menurun.

Tentunya laporan yang dihasilkan juga tidak bagus atau berkualitas rendah. Data ini perlu diolah sehingga akhirnya mendapatkan kualitas data tinggi dan terintegrasi dengan baik (high quality connected data).

Ibarat minyak, perlu diolah dari bahan mentah menjadi berbagai produk yang siap digunakan. Laporan yang dihasilkan pun menjadi lebih cepat tersaji dan dapat dipercaya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved