Hingga Juli 2017, NTT Jadi Propinsi Dengan Inflasi Terendah Nasional
Ini penjelasan dari Kepala Bank Indonesia Propinsi NTT terkait dengan tingkat inflasi
Penulis: Hermina Pello | Editor: Marsel Ali
"Sebagian besar kredit rumah tangga disalurkan sebagai kredit multi guna sebesar Rp 7,22 triliun atau 78,68 persen,"jelasnya.
Mengenai total kredit yang disalurkan untuk UMKM sebesar Rp 7,90 triliun dengan pertumbuhan sebesar 13,88 persen atau sedikit lebih melambat dibandingkan triwulan I tahun 2017 sebesar 19.07 persen seiring meningkatnya rasio kredit bermasalah.
Mengenai pangsa kredit korporasi di NTT, menurut Naek Tigor Sinaga, masih cukup kecil hanya 5,64 persen dari total penyaluran kredit. Disebutkan total penyaluran kredit korporasi sebesar Rp 1,36 triliun, tumbuh negatif 8,69 persen seiring meningkatnya rasio kredit bermasalah menjadi sebesar 9,61 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/survelens_20170824_194620.jpg)