VIDEO

VIDEO: Jangan Remehkan Orang ini yang Suka Membangun Sekolah dan Rumah Ibadah

Drs. Jusak Taneo, S.Th banyak sekali membangun sekolah dan rumah ibadah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di NTT. Apa Sih Tujuannya

Jangan Berkelahi di Rumah

DRS. Jusak Taneo, S.Th sangat menekankan sikap toleransi dan komunikasi di lingkungan keluarganya. Menurut bapak empat anak ini, dengan bertoleransi dan berkomunikasi maka segala perbedaan dan persoalan bisa diminimialisir dan diatasi. Karena itu untuk bisa mewujudkan sikap toleransi itu, lelaki berambut uban ini yakni harus mulai dilakukan dari dalam rumah. Caranya Jusak meminta kepada anak-anak dan istrinya untuk ‘Jangan berkelahi di rumah’. Menurut Jusak, perkelahian, pertengkaran disebabkan oleh adanya perbedaan. Perbedaan menyangkut apa saja seperti berpedaan pikiran, perbedaan presepsi atau cara pandang, perbedaan perlakuan, perbedaan keadilan dan lainnya.  Dan untuk mengatasi berbagai perbedaan itu sebenarnya harus ada komunikasi dan sikap toleransi.

Menurut Jusak, setiap orang pasti punya perbedaan, ayah dan ibu, kakak dan adik, orangtua dan anak. Dan perbedaan yang ada itu harusnya bisa kita terima dan hormati dengan cara bertoleransi. Dan toleransi hanya bisa tercipta jika ada komunikasi yang baik diantara orang-orang yang berbeda itu.

“Maka saya selalu minta anggota keluarga untuk berkomunikasi dan bertolernasi jika ada perbedaan. Karena saya yakin, jika kita sudah bisa untuk tidak berkelahi dan bertengkar di rumah karena ada toleransi dan komunikasi yang baik, maka dengan dasar itulah, pasti diluar rumahpun saat kita menghadapi situasi apapun kita juga tidak akan berkelahi dan bertengkar karena adanya perbedaan. Perbedaan bukan untuk dipersoalkan namun diterima dengan baik,” kata suami dari Rachel Riwu ini.

Jusak juga tidak mau terlampau keras dan kasat dalam mendidik anaknya, meski Jusak kecil sering mendapat perlakuan keras dari ayahnya, Stefanus Taneo. “Kami ada 10 bersaudara. Jika kami nakal, bapak akan memukuli kami dan ibu Susana Fallo, tidak bisa berbuat banyak karena bapak sangat keras. Bahkan pada tingkat tertentu, bapak bisa mendatangkan 'tukang pukul' yakni bapa kecil untuk memukuli kami. Tapi saya tetap menghormati  dan menghargai sikap bapak, semua itu dilakukan untuk membuat kami menjadi baik dan disiplin, meski caranya salah. Tapi saya tidak mau cara itu untuk anak-anak saya,” kata ayah dari Dersi, Mifar, Edgar dan Yermit ini. (vel)

 
Nama : Drs. Jusak Taneo, S.Th.

TTL : SoE, 7 Juni 1958.

Pendidikan

Sekolah dasar : SD Negeri Kaeneno 1973.

Sekolah Menengah Pertama : SMP Kristen Kupang 1976.

Sekolah Menengah Atas : SMPP Negeri Kupang 1980.

Perguruan Tinggi :  

S1 Administrasi Negara FIA Undana Kupang 1987.

D3 PAK, Akademi Agama Kristen Protestan Negeri Taruntung 1998.         

S1 Teologia Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta 2004.

Pekerjaan :

Diangkat menjadi PNS 1 Maret 1989.

Kepala seksi Pendidikan Agam Kristen Kanwil Departemen Agama NTT 1991-2000.

Kepala Tata Usaha Kandep Agama Kota Kupang 2000-2006.

Dosen Luar Biasa pada Universitas Artha Wacana Kupang 2000-2006

Kakandep Agama Kabupaten Sumba Timur, 2006-2009.

Dosen Luar Biasa pada Sekolah Tinggi Teologi GKS, Waingapu, 2007-2009.

Dosen Luar Biasa pada Sekolah Tinggi Agama Kristen Kupang, 2009-2014.

Kepala Kantoe Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan, 2009-2014.

Purna Bhakti dari PNS, 1 Juli 2014.

Wakil Rektor Universitas Karya Dharma Kupang 2015-2016.

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved