Berita Kabupaten TTS

Selama Januari, Angka DBD di TTS mencapai 34 Kasus

sepanjang bulan Januari hingga saat ini, Selasa (22/1/2019) terdapat 34 pasien DBD yang dirawat di RSUD Soe dan RS Mother Ignasia.

Selama Januari, Angka DBD di TTS mencapai 34 Kasus
pos kupang.com, dion kota
dr. Maltilda Kase 

POS-KUPANG.COM|SOE – Seiring dengan masuknya musim penghujan yang merupakan saat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, angka pasien pengidap demam berdarah (DBD) di kabupaten TTS pun ikut meningkat.

Tercatat, sepanjang bulan Januari hingga saat ini, Selasa (22/1/2019) terdapat 34 pasien DBD yang dirawat di RSUD Soe dan RS Mother Ignasia.

Dari total tersebut, 27 dirawat di RSUD Soe dan 7 pasien lainnya dirawat di RS Mother Ignasia. 20 pasien dinyatakan positif DBD dengan ciri mengalami mual-mual, muntah, sakit kepala dan manifestasi darah.

Tapaleuk : Awas Katong Dapa Denda

Ikan Mahal di Maumere Pertanda Paceklik Tenaga Kerja Bongkar Muat

Sedangkan 14 pasien lainnya masuk kategori suspek Demam Fear atau dari gejalah klinisnya belum mencapai tahap demam berdarah.

Setelah dirawat, saat ini tersisa empat pasien yang masih dirawat di RSUD Soe, sedangkan pasien yang dirawat di RS Mother Iganasia sudah diijinkan pulang karena sudah dinyatakan sembuh.

Hari Ini Puskesmas Oesapa Buka Posko 24 Jam

Harga Cabe Rawit Masih Bertahan di Level Rp 70.000/ Kg

" Memang angka pasien DBD cukup tinggi di bulan Januari ini karena saat ini sudah masuk musim penghujan.

Tetapi sebagian besar pasien yang dirawat sudah diijinkan pulang karena sudah sembuh. Sisa empat pasien yang masih dirawat di RSUD Soe. Sampai saat ini belum ada pasien DBD yang meninggal," ungkap Kabid Penanganan dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Maltilda Kase.

Ketika ditanyakan kecamatan yang paling banyak terdapat pasien DBD, dr Maltilda mengaku, di Kecamatan Kota Soe menjadi penyumbang pasien DBD terbanyak. Sedikit ada 16 pasien dengan kategori positif DBD dan kategori suspek Demam Fear.

Sedang pasien DBD lainnya berasal dari Kecamatan Oinlasi, siso, Kapan, Noebeba dan beberapa kecamatan lainnya.

Faktor penyebab utama tingginya angka DBD saat ini adalah lingkungan yang kurang bersih. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat himbauan kepada camat, lurah dan kepala desa untuk menggelar kerja bakti sosial guna membersihkan lingkungan sekitar.

Direktur YAO Harap Kerja Sama Dengan Stakeholder Semakin Meningkat

Agus Sosiawan Pimpin HATHI Cabang NTT

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengeluarkan surat himbauan kepada puskesmas dan rumah sakit untuk mewaspadai penyakit DBD.

" Kebersihan lingkungan menjadi faktor terpenting untuk mencegah penyakit DBD. Gerakan 3M plus harus kita galakan untuk membasmi sarang nyamuk Aedes Aegypt. Oleh sebab itu, kita berharap para camat, lurah dan kepala desa bisa menggerakkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti sosial membersihkan lingkungan sekitar," pintanya.

Terpisah, Anggota komisi IV DPRD TTS, Lens Liufeto meminta Dinas Kesehatan menanggapi serius naiknya angka kasus DBD di Kabupaten TTS. Ia meminta Dinas Kesehatan melakukan swiping guna mencari masyarakat yang terkena DBD namun belum sempat dibawah ke fasilitas kesehatan.

Sedangkan untuk mencegah penyakit DBD, Lens meminta para lurah dan kepala desa segera mengaktifkan kembali kerja bakti sosial guna membersihkan lingkungan.

Kondisi Pekerja Seks Karang Dempel Saat Ini, dari Bayar Sewa Kamar Hingga Makan Minum

Kasat Reskim Polres: Tersangka Penelantaran Bayi di Oesapa Kecil “Dititipkan” Ke Keluarga

" Saya dengar angka pasien DBD cukup tinggi di Januari ini. Oleh sebab itu, kita minta Dinas Kesehatan harus tanggap cepat terhadap hal ini. Segera lakukan swiping. Kepala desa dan lurah juga harus tanggap untuk segera melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan. Saya minta kita harus tanggap serius kasus DBD agar tidak sampai jatuh korban jiwa," sebutnya. ( Laporan Reporter PosKupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved