Berita Kota Kupang

Kasat Reskim Polres: Tersangka Penelantaran Bayi di Oesapa Kecil “Dititipkan” Ke Keluarga

ia diberi keluasan untuk mengasuh bayinya karena bayi mungil berjenis kelamin laki laki yang ia lahirkan itu masih membutuhkannya.

Kasat Reskim Polres: Tersangka Penelantaran Bayi di Oesapa Kecil “Dititipkan” Ke Keluarga
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH   

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Polisi telah menetapkan Yosni Snae (20) sebagai tersangka dalam kasus penelantaran anak yang dilakukannya dengan meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya di tepi Kali Oesapa Kecil, Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang pada Senin (21/1/2019) pagi.

Namun demikian, perempuan muda yang bekerja sebagai pengasuh di rumah saudara sepupunya itu untuk sementara “dititipkan” ke pihak keluarga untuk mengasuh bayi mungil yang baru berumur tiga hari itu.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH kepada wartawan di Mapolres Kupang Kota pada Selasa (22/1/2019) siang.

Iptu Booby menjelaskan, meski perempuan kelahiran Oenlasi Amanatun Selatan, Kabupaten TTS itu telah ditetapkan sebagai tersangka, namun ia diberi keluasan untuk mengasuh bayinya karena bayi mungil berjenis kelamin laki laki yang ia lahirkan itu masih membutuhkannya.

9 Fakta di Balik Penutupan Lokalisasi Karang Dempel Kupang, No. 2 PSK Menolak

Tiga Kidung Katolik: Kidung Maria, Kidung Simeon dan Kidung Zakharia

Makna Doa, Ini Bacaan Doa Harian Pagi dan Doa Harian Malam Katolik

Lanjut Bobby, oleh karena itu pelaku bersama bayinya dititipkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga Yundri Elsi Fei (45) yang merupakan kakak sepupunya.

“Bayi itu masih membutuhkan dia (pelaku) sebagai ibu untuk merawat dan memberi ASI karena bayi itu masih sangat kecil dan masih bergantung pada ibunya,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Sikka ini.

Bobby menjelaskan, pelaku saat itu meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya di tepi sungai yang tak jauh dari rumah dengan harapan agar ada orang yang melihat kemudian tergerak untuk mengasuh bayi tak berdosa itu. Hal itu ia lakukan karena ia tidak punya pilihan lain akibat rasa takut diketahui oleh kakak sepupu dan keluarga besarnya.

Bobby juga menuturkan, dari pengakuannya, ternyata ia telah juga berencana membawa pergi bayi itu ke Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan jika saja bayi itu tidak diambil orang. Namun sayangnya, apa yang terjadi tidak sesuai harapannya. Ia lebih dahulu harus berurusan dengan Polisi karena aksi yang ia lakukan itu.

Saat ini polisi telah menetapkan ia sebagai tersangka dengan tuduhan pasal penelantaran anak yakni pasal 77 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Namun demikian, saat ini ia tidak ditahan melainkan harus menjalani wajib lapor dengan durasi waktu tiga hari sekali di Polres Kupang Kota.

Gempa 6,7 SR Guncang Sumba Barat, Satu Gedung Sekolah dan Rumah Warga Rusak Ringan

“Ia tidak ditangkap atau ditahan karena anak itu membutuhkan dirinya,” katanya.

Selain dirinya yang kini berstatus tersangka pelaku, polisi juga telah mengambil keterangan dan memeriksa empat saksi dalam kasus ini yakni dua tetangga yang melihat pertama kali bayi itu, saudara sepupu pelaku serta anggota Babinkamtibmas Kelurahan Oesapa Barat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved