Berita Kabupaten Belu

Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Vincent Sujatno Dilaporkan ke Polres Belu

Wartawan di Kabupaten Belu yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL melaporkan Vincent Sudjatno ke Polres Belu

Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Vincent Sujatno Dilaporkan ke Polres Belu
pos kupang.com, teni jenahas
Wartawan di Kabupaten Belu, Provinsi NTT yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL melaporkan Vincent Sudjatno ke ke Polres Belu, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, ATAMBUA--- Wartawan di Kabupaten Belu, Provinsi NTT yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL melaporkan Vincent Sudjatno ke ke Polres Belu, Jumat (31/8/2018).

Vincent Sudjatno dilaporkan ke Polisi karena dinilai telah melecehkan profesi wartawan lewat komentarnya melalui media sosial facebook.

Vincent dilaporkan ke polisi terkait postingannya di grup facebook Belu Memilih 2015 yang menyebutkan pemberitaan salah satu media online karena kuran jatah atau jatah kurang merata.

Ketua Pena Batas RI-RDTL, Yansen Bau
plt. Ketua Pena Batas RI-RDTL, Yansen Bau (POS-KUPANG.COM/TENY JENAHAS)

Baca: Polisi Buser Polsek Buru Pelaku Begal Jalan Baru Alak-Kota Kupang

Baca: KPK Temukan Sarjana Pertanian di RSUD dan Sarjana Agama di Dinkes, Begini Pengakuan Sekda TTS

Baca: SSB Bintang Timur Atambua Ikut Singa Cup U-12 di Singapura

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) yang juga sekretaris Pena Batas, Yansen Bau kepada Pos Kupang.Com,
Jumat (31/08/2018).

Menurut Yansen, Vincent yang menggunakan akun asli Vincent Sudjatno itu memberikan komentar atau tanggapan lewat facebook terhadap postingan berita yang ditulis wartawan media Online www.theeast.co.id.

Komentar yang disampaikan Vincent Sudjatno melalui facebook itu dinilai melecehkan profesi wartawan di Kabupaten Belu. Vincent memberikan komentar terhadap berita yang ditulis wartawan di Belu dengan judul "Pembangunan Mall Pelayanan Publik Atambua Murni Tanggungjawab Kontraktor". Vincet memberikan komentar di grup facebook, Belu Memilih 2015, Rabu (29/8/2018) sekitar, pukul 14.38 Wita

Inilah postingan di grup FB Belu Memilih 2015 yang berisi komentar akun Vincent Sudjatno
Inilah postingan di grup FB Belu Memilih 2015 yang berisi komentar akun Vincent Sudjatno (screenshot FB)

Menurut Yansen, dalam facebook Vincet berkomentar seperti ini "Makanya kasus excavator mini sptnya Bupati yg diserang. Kan hrsnya kontraktor yg patut ditanya, kenapa smp bisa pakai barang tsb. Sy melihat berita sdh spt sentimen pribadi. Mgkn jatah kurang merata atau kurang banyak."

Baca: LIVE Streaming Final Sepak Bola Asian Games, Korsel vs Jepang, Sabtu (1/9) Pukul 18.30 WIB

Baca: Peneliti University of Bern Swiss Beberkan Riset Perilaku Anjing di Sikka

Baca: STP Reinha Larantuka Lepas 43 Wisudawan ke Masyarakat

Menurut Yansen, kata-kata yang dilontarkan Vincent lewat facebook tersebut benar-benar melecehkan wartawan di Belu. Yansen juga tidak tahu hubungan berita itu dengan pribadinya Vincent. Jika ia berpendapat mestinya bukan melecehkan wartawan.

"Apa maksudnya dia omong "Mgkn jatah kurang merata atau kurang banyak. Apa dia tahu dan ada bukti sehingga dia berani bicara seperti itu," tanya Yansen.

Menurut Yansen, karena hal ini adalah dugaan pemfitnaan dan melecehakan profesi maka Pena Batas mengambil langkah hukum dengan melaporkan pengguna akun Vincent Sudjatno kepada polisi.

Vincent Sudjatno yang juga Pemilik Toko LHB Atambua ini saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/8/2018) tidak berkomentar banyak.

Katanya, ia komentar tidak serius dan minta maaf kalau salah. Ditanya mengenai dirinya akan dilaporkan ke polisi, Vincent hanya menjawab menunggu prosesnya. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved