TOPIK
Renungan Harian Katolik
-
Dunia berada di bawah hukuman karena menolak dan tidak peraya kepada Yesus. Maka dunia kena hukuman dan dihakimi karena tidak percaya
-
Padahal Pekan Paskah menegaskan bahwa kepergian Yesus justru membuka jalan bagi karya Allah yang baru: Roh Kudus bekerja dalam hati murid-murid
-
Sebaliknya, kepergian-Nya membuka jalan bagi kedatangan Roh Kudus, Penolong, Penghibur, dan Pemandu yang akan memimpin mereka
-
Banyak orang mengira beliau akan menyimpan kemarahan kepada pelakunya. Namun beberapa waktu kemudian, Paus justru datang mengunjungi pria
-
Pada hari ini, Yesus berbicara tentang kesaksian yang tidak berjalan tanpa dasar: Roh Kudus yang diutus Allah akan bersaksi tentang Yesus
-
Setan tidak tinggal diam, kejahatan terus digaungkan dan banyak manusia terjebak dalam strategi licik iblis untuk membinasakan.
-
Kasih Tuhan tidak selalu besar dan dramatis—kadang hadir dalam hal-hal kecil, sederhana, tetapi penuh arti.
-
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 8: 5-8.14-17, Bacaan II: 1Ptr. 3: 15-18 Injil: Yoh. 14: 15-21.
-
Sering kali kita datang kepada Tuhan hanya untuk meminta hal-hal kecil. Tetapi Tuhan justru memberikan yang terbesar: Roh Kudus-Nya sendiri.
-
Kehadiran dan pewartaan Filipus diterima dengan baik. Banyak orang Samaria yang bersukacita dan memberikan diri untuk dibaptis.
-
Atau di media sosial, komentar pedas muncul hanya karena kita berbeda pendapat. Bahkan di tempat kerja, seseorang yang berusaha jujur dan adil
-
Namun hidup yang lahir dari Paskah tidak membuat murid menjadi “selalu aman”. Hari ini Yesus justru berkata dengan tegas: “Dunia membenci kamu.”
-
Ketaatan karena iman kontras dengan ketaatan karena pemahaman manusiawi belaka. Iman menuntut kesetiaan lebih dulu, bukti menyusul
-
Tema ini mengajak kita memahami bahwa perintah Tuhan bukan untuk mengekang, melainkan untuk membentuk hati agar mampu mengasihi seperti Dia.
-
Selain giat mengajar dan mewartakan Injil Kabar Sukacita, Ia menampakkan keagungan kerahiman Allah secara konkrit dalam misi-Nya.
-
Renungan Harian Katolik 'Hidup Dalam Relasi Kasih' merujuk pada Bacaan I: (Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a.2b-3.10; Yoh. 15:9-11).
-
Renungan Harian Katolik RP. John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I: Kis 15:7-21; Mzm 96:1-2a.2b-3.10; Yoh 15:9-11, Warna Liturgi Putih
-
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 15:7-21, Injil: Yoh. 15: 9-11
-
Sama halnya dengan hidup kita jika terlepas dari Yesus—kita mungkin tampak sibuk, aktif, dan berprestasi, tetapi hati kita bisa kekeringan
-
Para rasul berkumpul, membahas dengan rendah hati, dan akhirnya memutuskan untuk mencari kehendak Allah melalui kesaksian dan Sabda
-
Sebagai pengikut Yesus, kita tetap menempel pada Dia sebagai pokok kita. Relasi yang intim dengan Tuhan membawa berkat besar
-
Paulus bahkan hampir mati dirajam, tetapi dia bangkit dan melanjutkan perjalanan untuk memberitakan Injil.
-
Pada hari ini, Injil memperlihatkan Yesus yang menebarkan damai pada murid-murid-Nya: “Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu.”
-
Kegoncangan besar datang silih berganti, kita tak kuasa menghindarinya, namun bersama Yesus, kita tetap tenang.
-
Pada hari ini, Injil menegaskan bahwa Kristus tidak membiarkan murid-Nya sendirian. Ada Penghibur yang dijanjikan: Roh Kudus.
-
Kasih Tuhan bukan hanya terbatas pada kata-kata, tetapi pada pengalaman yang nyata, yaitu saat Dia menyatakan diri-Nya dalam hidup kita.
-
Mengakui kekuasaan Tuhan dalam diri kita sebagai makhluk tercipta merupakan suatu keunggulan spiritual yang perlu dibanggakan.
-
Renungan Harian Katolik RD. John Lewar, SVD merujuk pada Bacaan I:Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; 1Ptr. 2:4-9; Yoh. 14:1-12. Warna Liturgi Putih
-
Renungan Harian Katolik Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: (Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2.4-5.18-19; 1Ptr. 2:4-9; Yoh. 14:1-12)
-
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Bacaan I: Kis. 6:1-7, Bacaan II: 1Ptr. 2:4-9, Injil: Yoh. 14:1-12