Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 1 Juni 2026, "Cukupkan Diri Pada Berkat Tuhan yang Diterima"

Musim panen tiba. Mereka tidak mau berbagi hasil dengan pemilik kebun anggur. Semua utusan, bahkan anaknya sendri yang diutus mereka bunuh.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Senin 1 Juni 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
PW Santo Yustinus, Martir
CUKUPKAN DIRI PADA BERKAT TUHAN YANG DITERIMA. MERAMPAS, MENCURI, BERBOHONG BINASAKAN DIRI SENDIRI

(2Ptr. 1:1-7; Mzm. 91:1-2.14-15ab.15c-16; Mrk. 12:1-12)

"Ia akan datang dan membinasakan pengggarap-penggarap itu, lalu memercayakan kebun anggurnya kepada orang-orang lain." (Mrk. 12:9).

Allah menciptakan kita dan tidak membiarkan seorang pun merana dalam hidupnya. Demi menjamin kesejahteraan hidup Tuhan seiapkan segala sesuatu berupa potensi untuk dikelolah dengan penuh rasa tanggung jawab.

Melalui kerja keras dan jujur Tuhan menganugerahkan berkat, damai, bahagia dalam hidup. Sebaliknya jika kerja tidak jujur, merampas, mencuri dan berbohong, Tuhan akan merestui tindakan jahat itu dan dengan sendirinya hukuman akan terjadi dan kebinasaan tak terelakkan. 

Yesus menginspirasi kita dengan perumpaan tentang pemilik, yang kebun anggurnya disewakan kepada para petani.

Musim panen tiba. Mereka tidak mau berbagi hasil dengan pemilik kebun anggur. Semua utusan, bahkan anaknya sendri yang diutus mereka bunuh.

Perampasan, ketidakjujuran, pencurian, manipulasi merupakan tindakan jahat yang tidak bisa dibiarkan atau ditolerir. Maka pemilik lahan bertindak, hukuman dan kebinasaan pun terjadi.

Kita adalah petani-petani yang Allah jamin dengan menyewakan apa saja sesuai talenta, yang perlu dikerjakan atau dikelolah dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan hidup sendiri dan sesama. Bagiannya Tuhan tetap diberi dan jangan mencuri atau pun merampas yang bukan hakmu.

Mencuri itu mencemarkan Nama Tuhan, berbohong mencelakan dan hukuman menanti. Hidup jujur dan bersyukurlah dengan berkat yang ada, dan jika ada berkat yang lebih berbagilah dengan tulus dengan sesama berkekurangan.

Setan selalu hadir menggoda untuk jatah kebinasaan dengan jalan kecenderungan mengambil milik orang lain, menguasai warisan dengan cara busuk atau berbohong dan membunuh. Para penjahat dilenyapkan. "Itulah tindakan Tuhan, suatu hal ajaib dalam pandangan kita." (Mrk. 12:11).

Santo Petrus menegaskan kepada kita pentingnya iman. Iman akan Tuhan menolong kita untuk menghindari trik iblis yang membibasakan dengan cara hidup dalam kemunafikan.

Sebab itu Petrus mengajak kita untuk terus bertumbu dalam iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih persaudaraan. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai." (Mzm. 91:1-2). 

Santo Petrus sebagai pemimpin dengan rendah hati menegaskan diri sebagai hamba dan rasul. Kita pun mengikuti jejaknya. Dan berkat doa Santo Yustinus, kita terus bertumbuh dalam iman yang benar akan Tuhan.

Santo Yustinus, Martir doakanlah kami. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan Biasa IX/A/II, 010626)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved