Kamis, 28 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Mei 2026, "Rabuni, Semoga Aku Dapat Melihat"

Ketika ia berteriak memohon belas kasih, banyak orang justru menyuruhnya diam. Namun Bartimeus tidak menyerah. Ia semakin keras berseru

Tayang:
Editor: Eflin Rote
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Kamis, 28 Mei 2026
Hari Biasa
1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk 10:46-52.
Warna Liturgi Hijau

“Rabuni, Semoga Aku Dapat Melihat”

Di tengah keramaian orang banyak yang mengikuti Yesus, ada seorang pengemis buta bernama Bartimeus. Ia tidak dapat melihat jalan, tidak memiliki kedudukan, bahkan suaranya dianggap mengganggu.

Ketika ia berteriak memohon belas kasih, banyak orang justru menyuruhnya diam. Namun Bartimeus tidak menyerah. Ia semakin keras berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Seruan itu lahir dari hati yang percaya. Bartimeus sadar bahwa hanya Yesus yang mampu memulihkan hidupnya. Ketika Yesus memanggilnya, ia segera menanggalkan jubahnya dan datang kepada-Nya. Lalu Yesus bertanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” 

Bartimeus menjawab dengan sederhana tetapi sangat mendalam: “Rabuni, semoga aku dapat melihat.” Permintaan Bartimeus sebenarnya bukan hanya tentang mata jasmani. Ia rindu mengalami terang dalam hidupnya. Ia ingin dipulihkan sepenuhnya.

Sering kali kita pun seperti Bartimeus. Mata fisik kita sehat, tetapi hati kita bisa menjadi “buta”. Kita sulit melihat kasih Tuhan di tengah masalah.

Kita gagal melihat kebutuhan sesama. Kita kadang tidak mampu melihat dosa dan kelemahan diri sendiri. Bahkan, kita bisa kehilangan arah dalam hidup rohani.

Melalui Injil ini, Tuhan mengajak kita untuk berani datang kepada-Nya dengan kerendahan hati. Tuhan tidak menolak seruan orang yang sungguh berharap kepada-Nya. Di tengah kebisingan dunia, Tuhan tetap mendengar doa yang keluar dari hati yang percaya.

Kalimat “Rabuni, semoga aku dapat melihat” dapat menjadi doa harian kita: agar kita melihat kehendak Tuhan dalam hidup, melihat sesama dengan kasih, melihat harapan di tengah kesulitan, dan melihat jalan keselamatan yang ditunjukkan Kristus.

Bartimeus disembuhkan bukan hanya karena ia meminta, tetapi karena ia percaya. Setelah sembuh, ia tidak kembali ke hidup lamanya, melainkan mengikuti Yesus di jalan. Iman sejati selalu membawa orang untuk
berjalan bersama Tuhan.

Bahan Refleksi

Bagian mana dalam hidupku yang masih “buta” di hadapan Tuhan? Apakah aku tetap berseru kepada Tuhan ketika doa terasa belum dijawab? Sudahkah aku mengikuti Yesus dengan sungguh setelah menerima
berkat-Nya?

Doa: Tuhan Yesus, sering kali hatiku tertutup oleh kesombongan, ketakutan, dan dosa. Ajarlah aku datang kepada-Mu seperti Bartimeus, dengan iman yang sederhana namun penuh harapan. Bukalah mataku agar aku mampu melihat kasih-Mu, melihat sesamaku yang membutuhkan pertolongan, dan melihat jalan yang Engkau kehendaki dalam hidupku. Rabuni, semoga aku dapat melihat... Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved