Minggu, 31 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026, “Kasih Allah yang Menyelamatkan Dunia” 

Tidak sedikit orang merasa bahwa dunia ini lebih cepat menghakimi daripada memahami, lebih mudah menyalahkan daripada mengasihi. 

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-RP. Jhon Lewar SVD
RENUNGAN KATOLIK- RP Jhon Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026. 

Oleh : RP John Lewar SVD
Stasi Bateti dan Stasi Sikun
Paroki Besikama Malaka Timor

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Raya Tritunggal Mahakudus– 31 Mei  2026 dari RP Jhon Lewar SVD berjudul  “Kasih Allah yang Menyelamatkan Dunia” . 

Renungan Harian Katolik dari RP John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : Kel. 34:4b-6,8-9; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; 2Kor. 13:11-13; Yoh. 3:16-18 Warna Liturgi Putih.

Di dunia sekarang ini, banyak orang hidup dengan ketakutan: takut gagal, takut ditolak, takut masa depan, bahkan takut bahwa hidupnya tidak berarti.

Tidak sedikit orang merasa bahwa dunia ini lebih cepat menghakimi daripada memahami, lebih mudah menyalahkan daripada mengasihi. 

Di tengah situasi itu, hari ini kita mendengar sabda yang sangat indah: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal...”  

Inilah kabar baik Hari Raya Tritunggal Mahakudus: Allah bukan Allah yang jauh dan menghukum, tetapi Allah yang mengasihi dan menyelamatkan. 

Pertama, Bapa yang Mengasihi Dunia. Yesus berkata: “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini...” Allah mengasihi dunia bukan karena dunia sempurna, tetapi justru ketika dunia penuh dosa dan kelemahan. Allah tidak menunggu manusia menjadi baik dulu baru dikasihi. Kasih Allah selalu mendahului. 

Kadang kita merasa: “Saya terlalu berdosa.” “Saya sudah terlalu jauh dari Tuhan.” “Tuhan pasti kecewa dengan saya.” Namun Injil hari ini menegaskan:Kasih Allah lebih besar daripada kelemahan manusia. 

Kedua, Pengalaman Nyata: Kasih yang Tidak Menyerah. Ada seorang anak muda yang pernah berkata kepada ibunya: “Mama, saya sudah gagal. Saya malu pulang ke rumah.”

Ia merasa hidupnya berantakan. Pekerjaannya gagal, hutangnya banyak, dan ia merasa mengecewakan keluarga. 

Beberapa bulan ia menjauh dari rumah karena takut dimarahi.Tetapi suatu malam ibunya datang menemuinya. Sang ibu tidak banyak bicara.

Ia hanya memeluk anaknya dan berkata: “Kamu tetap anak mama. Pulanglah.” Kalimat sederhana itu membuat anak itu menangis. Ia sadar bahwa kasih ibunya lebih besar daripada kegagalannya. 

Hari ini Tuhan juga berkata kepada kita: “Pulanglah. Aku tetap mengasihimu.” Itulah kasih Allah Tritunggal: Bapa tidak berhenti mengasihi, Putra datang menyelamatkan, Roh Kudus menguatkan hati yang lemah.  

Ketiga, Putra yang Datang Menyelamatkan. Yesus berkata:“Allah mengutus Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.” Kadang manusia lebih suka menghukum daripada memahami.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved