Kamis, 4 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 26 Mei 2026, "Bukan untuk Dilayani"

Dalam bacaan ini (1Ptr. 1:18–25) mengingatkan kita bahwa kita ditebus bukan dengan barang yang fana seperti perak atau emas, melainkan

Tayang:
Editor: Eflin Rote
DOK. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Rabu Biasa Pekan VIII– 26 Mei  2026
Bacaan I:  1Ptr. 1: 18-25
Injil:  Mrk. 10: 32-45
Tema: “Bukan untuk dilayani”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus semakin jelas menegaskan identitas dan misi-Nya: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Tema “Bukan untuk dilayani” mengajak kita merenungkan panggilan kristiani untuk meneladani kerendahan hati dan pelayanan Kristus, serta untuk memahami makna pembebasan yang telah diberi melalui darah-Nya.

Saudara-saudari terkasih

Dalam bacaan ini (1Ptr. 1:18–25) mengingatkan kita bahwa kita ditebus bukan dengan barang yang fana seperti perak atau emas, melainkan dengan darah Kristus yang tanpa cacat dan murni. Suatu penebusan mahal yang memanggil kita kepada hidup yang baru dan tak bernoda.

Karena kita telah dilahirkan kembali oleh firman Allah yang hidup dan kekal, kita dipanggil hidup dalam kasih yang tidak pudar.

Dalam Injil (Mrk. 10:32–45) berkisah tentang percakapan dan peristiwa dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem: murid-murid takut dan bingung ketika Yesus mengulang nubuat tentang penderitaan dan kebangkitan-Nya; Yakobus dan Yohanes meminta tempat kehormatan, dan Yesus menjawab dengan mengajarkan prinsip Kerajaan yakni kebesaran diukur bukan oleh kuasa atau kedudukan, melainkan oleh pelayanan dan pengorbanan.

Yesus menegaskan: Anak Manusia datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang. 

Refleksi kita “Hidup suci”: terbebas oleh darah Kristus, kita dipanggil untuk hidup suci. Penebusan Kristus menuntut respons: hidup yang menjauh dari nafsu lama dan terarah pada kekudusan. Permenungan kita: Apakah tindakan dan pilihan saya sehari-hari mencerminkan orang yang telah ditebus?

“Melayani”: melayani sebagai ukuran kebesaran sejati, Dunia menilai lewat status; Yesus mengukur lewat sikap melayani.

Permenungan kita: di mana kita mencari pengakuan: pada jabatan dan pujian manusia, atau pada pengabdian tanpa pamrih bagi sesama?

“Pengorbanan”: pengorbanan sebagai teladan hidup kristiani di mana Yesus memberi diri sampai mati demi banyak orang. Permenungan kita: kesanggupan apa yang diminta Tuhan dari kita sekarang: waktu, kenyamanan, sumber daya untuk menjadi tanda kasih-Nya bagi orang lain?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  penebusan oleh darah Kristus memanggil kita hidup suci dan berbeda dari nilai dunia.

Kedua, kebesaran dalam Kerajaan Allah diukur oleh kerendahan hati dan pelayanan, bukan oleh kekuasaan atau status. Ketiga, mengikuti Kristus berarti bersedia berkorban demi orang lain, mewujudkan kasih yang nyata dalam tindakan sehari-hari. Tuhan memberkati kita. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved