Kamis, 28 Mei 2026

Ende Terkin

Dampak TMMD ke-128 di Ende, Dua Desa Terisolir Berhasil Dibuka TNI, Waktu Tempuh Cuma 30 Menit 

Masyarakat mulai merasakan Dampak TMMD ke-128 di Ende, Dua Desa Terisolir berhasil dibuka TNI, waktu tempuh cuma 30 Menit 

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
JALAN BARU - Jalan baru Desa Fataatu Timur dan Aelipo di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende yang dibuka TNI selama Pekan TMMD ke-128 di Ende. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Masyarakat mulai merasakan Dampak TMMD ke-128 di Ende, Dua Desa Terisolir, Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo berhasil dibuka. Waktu tempuh antara kedua desa cuma 30 Menit .

Selama pekan TMMD ke-128 di Ende, Tentara berhasil membuka jalan baru sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan dua desa di wilayah Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende kini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo.

Meski masih berupa jalan tanah, waktu tempuh dari Desa Fataatu Timur ke Desa Aelipo maupun sebaliknya kini lebih singkat.

Sebelumnya, warga yang kerap menggunakan ruas jalan tersebut harus membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 - 2 jam perjalanan, kini hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Baca juga: Tutup TMMD ke-128, Pangdam IX Udayana Sebut Bukti Kebersamaan TNI dan Masyarakat Bangun Daerah

Hal ini disampaikan Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do saat diwawancarai TribunFlores.com usai apel penutupan program TMMD ke-128 di halaman SMP Negeri Detunggali, Kamis (21/5/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Ia mewakili masyarakat Desa Fataatu Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI AD yang telah menyelesaikan program TMMD di wilayahnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mobilisasi warga, arus hilir mudik barang masyarakat disini, akses jalan ini mempermudah masyarakat di dua desa ini yang paling utama, sejatinya bahwa ini sangat bermanfaat yang notabene dari daratan ke gunung yang mana mempersingkat waktu jarak tempuh yang sebelumnya dengan 1,5 jam bahkan sampai 2 jam itu, kini hanya bisa ditempuh dengan 30 menit," ungkap Isak yang didampingi Kepala Desa Aelipo, Romanus Rindi.

Isak berharap, program peningkatan jalan yang sudah dibuka oleh TNI AD melalui program TMMD ke-128 ini dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Ende.

"Kita minta ada perhatian khusus di titik-titik tertentu, kalau belum bisa ada peningkatan, setidaknya ada perhatian untuk peningkatan di beberapa titik yang mana saat musim hujan itu kendaraan tidak bisa lewat, kita minta ada kebijakan dari pemerintah daerah," ujarnya.

Baca juga: Program TMMD ke-128 di Fataatu Timur Ende Berakhir, Kasrem Sebut Akan Ada Kelanjutan 

Meski bersyukur atas pembukaan jalan tersebut, Ia mengungkapkan,  kebutuhan utama masyarakat Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo serta sejumlah desa di wilayah itu yakni kebutuhan akan jembatan penghubung di Kali Lowolaka yang kerap dilanda banjir besar pada saat musim hujan.

Apabila terjadi banjir, akses transportasi dari dan ke wilayah itu lumpuh bahkan aktivitas pendidikan juga ikut terhambat.

"Untuk masyarakat di wilayah ini sebenarnya kebutuhan utama itu adalah jembatan, memang jembatan ini menjadi akses yang sangat dirindukan oleh masyarakat di wilayah Desa Fataatu Timur, Aendoko, Aelipo dan Woloau dan sekitarnya yang mana mereka selalu hilir mudik ke wilayah ini dan harus menyeberangi sungai di Kali Lowolaka ini, itu yang menjadi harapan yang sangat dirindukan oleh masyarakat," ujarnya penuh harap.

Ia meminta adanya perhatian serius pemerintah pusat terutama kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI yang mana saat ini sedang gencar membangun jembatan Garuda.

Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur penghubung perintis.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved