Jumat, 12 Juni 2026

Wawancara Eksklusif

AWK Sebut NTT Sebagai Nusa Ternak Terintegrasi 

Hari ini dengan pemerintah provinsi saya sudah membangun komunikasi, sampai kita harus benahi beberapa level kalau ini mau diseriusi. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST POS KUPANG - Wakil Ketua Komite II DPD RI dan Penggagas Gerakan Senator Inseminator, Angelo Wake Kako bersama host jurnalis Pos Kupang, Ryan Nong dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 11/06/2026. 


Kita hitung sapi perah ya, kalau defisit 1.5 juta ekor, orang NTT itu pendukuknya berapa? Betul tidak semua daerah bisa sapi perah.

Dari yang kita sebut tadi anggap saja sepertiganya bisa kita dorong ke situ, atau seperempat saja masyarakat NTT itu berada di daerah yang bisa menjadi sentra sapi perah. Penduduk NTT itu 5 juta, berarti ada 1 juta penduduk yang bisa main sapi perah. Berarti satu orang satu ekor saja cukup. 

Kalau defisit 50 persen, 297 ribu ton, kita anggap saja 300 ribu ton hitung genapnya, kalau rata-rata bobot itu ada sekitar 500 kilogram sapi per ekor berarti hanya butuh 600 ribu ekor sapi per tahun. NTT sangat bisa. Kita punya padang yang sangat luas dan harus lebih fokus kalau di NTT.


Visi yang anda lihat untuk NTT kedepan memang kita butuh lebih serius ke sapi? 

Harus ada inti yang mau digerakkan itu apa, makanya kita konsepnya NTT adalah Nusa Ternak Terintegrasi. Saya membayangkan suatu saat kalau ternak kita besar, NTT bisa menolak pupuk kimia. 

Tiap hari ada jutaan ton yang dihasilkan oleh kohenya (Kotoran) sapi misalnya, kita bisa menolak pupuk kimia masuk NTT karena kita punya kelimpahan pupuk organik dari sapi. (uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved