Wawancara Eksklusif
AWK Sebut NTT Sebagai Nusa Ternak Terintegrasi
Hari ini dengan pemerintah provinsi saya sudah membangun komunikasi, sampai kita harus benahi beberapa level kalau ini mau diseriusi.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Ketua Komite II DPD RI dan Penggagas Gerakan Senator Inseminator, Angelo Wake Kako (AWK) menyebut NTT sebagai Nusa Ternak Terintegrasi.
Dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 11/06/2027 AWK mengatakan, Senator Inseminator adalah gerakan untuk meningkatkan kualitas genetik sapi yang mana dia sendiri sebagai salah satu inseminator yang punya sertifikat dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Gerakan ini juga penting untuk menggairahkan dan mendorong aksi inseminasi buatan untuk sapi-sapi yang ada di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang.
Jadi ini Bung AWK turun langsung?
Turun langsung karena saya percaya kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang terlibat bukan kepemimpinan diatas podium tapi kepemimpinan yang berada di kadang-kadang peternak, yang berada di ladang-ladang petani, yang berada di padang-padang penggembala dan kita sementara berjalan, semoga ini mendapat respon, karena kalau tidak mendapat respon, target kita dua, aware and to involve.
Yang pertama masyarakat sadar bahwa ini baik untuk kesejahteraannya dan yang kedua dia harus terlibat, dia mau masuk dan ikut bergabung dengan gerakan ini dan bersedia untuk sapinya diinseminasi.
Bagaimana Bung AWK meneropong sapi NTT dari lantai ruang kerja di DPD?
Yang pertama begini. Secara nasional Indonesia impor 50 persen daging sapi. Tahun 2026 ini kita impor 297 ribu ton. Yang kedua, 80 persen kita impor susu.
Karena kita omong sapi ya turunannya adalah daging dan susu.
Sementara pemerintah Prabowo mendorong swasembada protein hewani di masa kepemimpinannya. Ketika ini terjadi, pertanyaannya daerah mana yang mau berkontribusi menuju swasembada ini? NTT tujuh besar nasional.
Dari 13-an juta populasi sapi kita urutan ketujuh. Tetapi yang harus diperhatikan, terjadi penurunan populasi di NTT.
Kita gerak dari 2022 ke 2024 saja itu 2022 kita 1 jutaan lebih, tapi 2024 kita 590 ribu lebih sapi. Mestinya naik tapi itulah gambaran kita.
Populasi sapi kita hanya segitu di NTT. Ketika pemerintah mencanangkan swasembada NTT harus masuk dan ambil bagian peran utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Angelo-Wake-Kako-Podcast-Pos-Kupang.jpg)