Kamis, 11 Juni 2026

NTT Terkini

AWK Gagas Gerakan Senator Inseminator, Dorong Peningkatan Kualitas Ternak

Angelius menggagas Gerakan Senator Inseminator sebagai langkah mendorong pemanfaatan teknologi IB

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-AWK
SENATOR INSEMINATOR - Senator AWK hadir dan mendampingi pembuatan kandang jepit bersama para peternak sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi di Desa Lape Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo pada Selasa (9/6/2026). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Angelius Wake Kako (AWK) terus mendorong peningkatan kualitas ternak terutama sapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Angelo, sapaan Angelius, menggagas Gerakan Senator Inseminator sebagai salah satu langkah untuk mendorong secara luas pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB).

Melalui Gerakan Senator Inseminator, Angelius bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Balai Inseminasi Buatan Lembang, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memperluas edukasi sekaligus menambah jumlah tenaga inseminator untuk mendampingi peternak. 

Wakil Ketua Komite II DPD RI itu mengungkapkan bahwa respons peternak terhadap program IB cukup tinggi. Ia menilai masyarakat memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor peternakan, namun masih terkendala oleh keterbatasan informasi serta akses terhadap layanan inseminasi.

Baca juga: Tanggapi Penyitaan Miras, Anggota DPD RI Angelo Wake Kako Sebut Moke Adalah Akar Budaya Orang NTT

“Kita memiliki populasi ternak yang besar, tetapi kualitasnya belum tentu baik. Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah masih terjadinya perkawinan alami yang berpotensi menyebabkan inbreeding atau perkawinan sedarah sehingga berdampak pada kualitas genetik ternak,” ujar Angelo dalam keterangan yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan hasil komunikasi dengan berbagai pihak, kata dia, pengembangan program IB di daerah masih menghadapi dua kendala utama, yakni keterbatasan ketersediaan semen beku dari pejantan unggul serta minimnya tenaga inseminator di lapangan.

Mulai dari Nagekeo

Gerakan Senator Inseminator mulai dilaksanakan di Desa Lape, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Selasa (9/6/2026) kemarin. 

Pelaksanaan program tersebut ditandai dengan kegiatan pembuatan kandang jepit bersama para peternak sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi.

Dalam kegiatan tersebut, Angelo itu turun langsung ke lapangan bersama masyarakat untuk menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam proses inseminasi.

Menurutnya, antusiasme masyarakat di Nagekeo menjadi bukti bahwa peternak siap menerima inovasi jika didukung dengan pendampingan yang memadai. Bahkan, sejumlah dokter hewan turut bergabung secara sukarela dalam program tersebut.

“Hari ini kami bersama komunitas peternak di Lape mempersiapkan kandang jepit untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan bulan Juli nanti. Ini menunjukkan bahwa kesadaran peternak untuk meningkatkan kualitas ternak mulai tumbuh,” katanya.

Ke depan, komunitas Senator Inseminator berencana memberikan layanan Inseminasi Buatan secara gratis kepada peternak yang memiliki sapi betina dan bersedia mengikuti pendampingan teknis dari tim inseminator.

Semen beku yang digunakan akan berasal dari pejantan unggul jenis Wagyu, yang diharapkan mampu menghasilkan keturunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Angelius menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program peternakan biasa, melainkan bagian dari visi besar “Nusa Ternak Terintegrasi” di NTT.

Ia berharap semangat yang tumbuh dari komunitas peternak di Nagekeo dapat menyebar ke berbagai daerah lainnya di NTT.

“Semangat ini harus menjalar sampai ke pelosok desa. Jika kualitas genetik ternak dapat diperbaiki secara bertahap, maka kesejahteraan peternak akan meningkat dan NTT bisa menjadi salah satu kekuatan peternakan nasional,” tegasnya. (*/ian)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved