Kamis, 28 Mei 2026

Lipsus

LIPSUS: Haji Abdullah Ajak Umat Muslim Perkuat Toleransi, Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban

Haji Abdullah menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu. Melalui Forum Komunikasi Umat Beragama

Tayang:
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Sekretaris Daerah Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu menyerahkan hewan kurban secara simbolis pada Rabu (27/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Haji Abdullah menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu. Melalui Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), ia menyebut toleransi terus dirawat dan dijaga sebagai kekuatan bersama.
  • Ia berharap Kabupaten Belu dapat terus menjadi contoh daerah yang harmonis dalam keberagaman. “Kita ingin toleransi di Belu tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.
  • Menurutnya, semangat Idul Adha harus diwujudkan dalam kepedulian sosial tanpa memandang perbedaan.
 

 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Haji Abdullah Belajam mengajak umat Muslim untuk meneladani ketakwaan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, sekaligus menjaga semangat toleransi antarumat beragama di wilayah perbatasan.

Haji Abdullah menegaskan perayaan Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga sebagai refleksi ketaatan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, terdapat tiga nilai utama yang harus dipahami dalam Idul Adha. Pertama, ketakwaan Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah untuk berkurban. 

Kedua, keikhlasan Nabi Ismail Alaihissalam dalam menerima dan menjalankan perintah tersebut. Ketiga, keteguhan Siti Hajar sebagai seorang ibu yang merestui suami dan anaknya demi menjalankan perintah Allah.

“Nilai-nilai ini harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dalam bingkai ajaran agama,” ujarnya, saat diwawancarai Pos Kupang, Rabu (27/5). 

Selain itu, Haji Abdullah menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu. Melalui Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), ia menyebut toleransi terus dirawat dan dijaga sebagai kekuatan bersama.

Ia berharap Kabupaten Belu dapat terus menjadi contoh daerah yang harmonis dalam keberagaman. “Kita ingin toleransi di Belu tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.

Menurutnya, semangat Idul Adha harus diwujudkan dalam kepedulian sosial tanpa memandang perbedaan.

“Warga di sekitar masjid, termasuk non-Muslim, adalah bagian dari lingkungan kita. Mari kita berbagi kebahagiaan melalui daging kurban,” tutupnya. 

Sementara Syamsudin, khatib atau penceramah dalam salat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Pahlawan Waingapu, Kota Waingapu mengatakan, ada tiga hikmah yang dapat dipetik dalam perayaan ini. 

Dia mengatakan, Idul Adha adalah perayaan yang mengingatkan umat untuk berkurban. “Barang siapa yang mempunyai kemampuan berkurban tetapi tidak melakukannya, maka janganlah mendekati tempat salat kami,” ujarnya mengutip Kitab Suci Alquran. 

Pelaksanaan kurban yang dilakukan umat Islam kata dia, selain bentuk kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah, juga sebagai upaya pendekatan diri kepada-Nya yang memiliki hikmah dan berdampak kemaslahatan bagi umat manusia.

Pertama, dengan berkurban lanjut dia, umat Islam akan meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menerima cobaan dan ujian.  “Hikmat yang kita bisa petik adalah meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihisalam dalam menerima cobaan dan ujian,” katanya.

Kedua, berkurban akan menumbuhkan sifat kedermawanan, saling membantu, saling memberi kasih sayang dan terbinanya solidaritas sosial di kalangan umat Islam. Ketiga, berkurban akan menumbuhkan semangat berkorban di kalangan kaum muslimin. “Menumbuhkan semangat berkorban di kalangan kaum muslimin pada khususnya,” tambahnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved