Rabu, 6 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Floratama Academy Prioritaskan Sektor Pangan

Program ini juga membangun pondasi mulai dari workshop, mentoring hingga bootcamp untuk mendorong UMKM naik kelas. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST - Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung dan host jurnalis Pos Kupang, Ani Toda dalam Podcast Pos Kupang, Selasa, 05/05/2026. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sektor pangan menjadi prioritas dalam program yang diusung oleh Floratama Academy di tahun 2026. 

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M.T. Marpaung dalam Podcast Pos Kupang, Selasa, 05/05/2026 mengatakan, salah satu sumber utama perekonomian Labuan Bajo adalah pariwisata. 
 
Ditengah gejolak perang saat ini pihaknya menyiapkan strategi khusus bagaimana menangkap peluang wisatawan dari Eropa juga mendorong wisatawan dari Korea maupun Cina. Untuk itu, dibutuhkan sektor pangan sebagai penunjang. 


Berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang. 

Baca juga: BPOLBF Manggarai Barat Gandeng Awstar Tingkatkan Destinasi Wisata Darat di Labuan Bajo 


A : Sudah tahun ke berapa Floratama Academy berjalan? 


A : Ini tahun ke enam dan harapannya berkelanjutan karena kebutuhan para pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo Flores ini kan sangat berkembang dan juga membutuhkan banyak inovasi jadi kita juga membutuhkan bagaimana para pelaku usaha pariwisata itu bisa siap dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dunia pariwisata. 


A : Setelah enam tahun berjalan apa evolusi terbesar yang dirasakan oleh BPOLBF dari tahun ke tahun?

A : Jadi, Floratama Academy ini pertama kali kita adakan di tahun 2021 dan terus mengalami evolusi yang cukup signifikan, artinya dari sekedar program pelatihan menjadi ekosistem inkubasi yang lebih komperhensif dan berkelanjutan. 

Pada fase awal, tahun 2021 sampai 2023 memang Floratama Academy ini lebih berfokus pada peningkatan kapasitas dasar pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif seperti pelatihan manajemen usaha, pengembangan produk dan peningkatan kualitas SDM. 

Program ini juga membangun pondasi mulai dari workshop, mentoring hingga bootcamp untuk mendorong UMKM naik kelas. 

Memasuki fase pengembangan tahun 2024 sampai 2025, program ini mulai berkembang menjadi inkubasi bisnis yang lebih terstruktur dengan pembagian kelas. Jadi ada istilah kelas-kelas seed, growth dan community based. 

Selain itu, mereka juga kita dorong untuk penguatan akses pasar, jejaring hingga akses pembiayaan. 
Kita tidak hanya melakukan pelatihan tapi juga fasilitasi business matching, pitching stock dan integrasi dengan showcase seperti ke kawasan parapuar, nantinya mulai diperkuat. 

Untuk tahun 2026 ini evolusi terbesarnya adalah bahwa kita harapkan transformasi dari Floratama Academy menjadi platform strategis yang berorientasi pada ekosistem dan rantai nilai khususnya di sektor pangan.
Jadi program ini tidak lagi hanya meningkatkan kapasitas individu pelaku usaha tapi juga berupaya bagaimana mengintegrasikan dari hulu ke hilir, mulai dari petani, nelayan, peternak, hingga industri pariwisata untuk membangun suatu rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan. 


A : Mengapa sektor pangan saat ini menjadi salah satu prioritas dari BPOLBF


A : Seperti kita ketahui bahwa pariwisata Labuan Bajo ini sebagai destinasi pariwisata prioritas, ini kan belum sepenuhnya diikuti dengan kesiapan pelaku usaha lokal khususnya UMKM.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved