Rabu, 29 April 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: Dokter Spesialis Mogok Kerja, Pasien RSUD Atambua Kecewa 

Belasan dokter spesialis di UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua melakukan aksi mogok kerja sejak Selasa (7/4/2026).

Tayang:
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
DOKTER SPESIALIS MOGOK - Suasana di RSUD Atambua saat belasan dokter spesialis melakukan mogok akibat pengurangan jumlah insentif yang sebelumnya sebesar Rp 35 juta. Rabu (8/4/2026). 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Belasan dokter spesialis di UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua melakukan aksi mogok kerja sejak Selasa (7/4/2026).

Kondisi ini memicu terganggunya layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Belu tersebut. 

Aksi ini dipicu polemik insentif yang belum dibayarkan serta penyesuaian besaran tunjangan yang dinilai tidak sesuai oleh para dokter spesialis tersebut.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (8/4/2026) di RSUD Atambua, suasana pelayanan tampak tidak seperti biasanya. Sejumlah poli spesialis terlihat sepi tanpa aktivitas pemeriksaan dokter. 

Pasien yang datang untuk kontrol maupun pengobatan terpaksa menunggu kepastian atau diminta kembali di lain waktu. Sebagian pasien diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan sementara.

“Saya datang untuk kontrol, tapi sampai di sini dibilang dokter tidak ada karena mogok. Kami disuruh datang lagi kalau sudah masuk kerja. Kami sangat kecewa dan berharap para dokter bisa kembali bekerja sehingga pelayanan kembali normal,” ujar Yanto salah satu keluarga pasien. 

Antonius Luan, pasien jantung yang datang untuk kontrol rutin mengaku telah datang sejak pagi sesuai jadwal pemeriksaan. Namun setibanya di rumah sakit, pelayanan poli sudah tidak berjalan karena dokter spesialis tidak berada di tempat.

“Saya datang dari pagi untuk kontrol jantung, tapi sampai di sana pelayanan tidak ada. Dokter spesialis tidak masuk,” ungkap Antonius Luan

Menurut Antonius Luan, pihak rumah sakit menjelaskan kondisi tersebut dipicu persoalan insentif yang belum menemui kesepakatan antara dokter spesialis dan pemerintah daerah. 

“Tadi dijelaskan ada masalah insentif, ada perubahan aturan sehingga tidak sesuai dengan keinginan dokter,” ujar Antonius Luan.

Antonius Luan yang adalah anggota DPRD Belu ini menilai, apapun persoalan yang terjadi seharusnya tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.

“Saya sudah sampaikan ke pihak rumah sakit, pelayanan harus tetap berjalan. Banyak pasien yang butuh penanganan, baik di IGD maupun di ruang perawatan,” tegas Antonius Luan.

Antonius Luan juga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar pelayanan kembali normal.

“Harapan kami, pemerintah segera menyelesaikan masalah ini karena menyangkut masyarakat. Pelayanan harus tetap maksimal,” kata Antonius Luan.

Antonius Luan juga menyatakan sejumlah pasien terlihat menunggu di depan ruang tindakan yang tertutup tanpa kepastian. “Ada pasien duduk di kursi roda hanya menatap pintu ruang tindakan yang tertutup. Banyak juga yang antri, tapi loket sudah ditutup,” jelas Antonius Luan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved