Editorial
Editorial: Gerak Cepat KDM
SETIAP orang pasti ingin hidup sejahtera. Tak ada yang mau hidup miskin. Dan, untuk sejahtera, ekonomi keluarga yang baik adalah tujuan utama.
Ringkasan Berita:
- SETIAP orang pasti ingin hidup sejahtera. Tak ada yang mau hidup miskin. Dan, untuk sejahtera, ekonomi keluarga yang baik adalah tujuan utama.
- Niat memperbaiki ekonomi keluarga membuat orang melakukan berbagai cara. Ada yang bahkan tersandung kasus hukum karena sudah tidak tahu cara lain untuk memenuhi kebutuhan.
- Apalagi kalau tidak didukung pendidikan yang bagus.
- Hal ini pun terjadi pada beberapa LC yang bekerja di Eltras Pub, Maumere, Kabupaten Sikka.
POS-KUPANG.COM - SETIAP orang pasti ingin hidup sejahtera. Tak ada yang mau hidup miskin. Dan, untuk sejahtera, ekonomi keluarga yang baik adalah tujuan utama.
Niat memperbaiki ekonomi keluarga membuat orang melakukan berbagai cara. Ada yang bahkan tersandung kasus hukum karena sudah tidak tahu cara lain untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi kalau tidak didukung pendidikan yang bagus.
Hal ini pun terjadi pada beberapa LC yang bekerja di Eltras Pub, Maumere, Kabupaten Sikka. Datang dari Jawa Barat dengan janji manis akan mendapatkan penghasilan besar, hasilnya tidak sesuai harapan.
Dijanjikan hanya duduk menemani tamu bernyanyi sambil merekok dan minum bir (sesuai kontrak kerja), mereka pasti akan mendapatkan belasan juta rupiah setiap bulan.
Tanpa pikir panjang, dengan tingkat pendidikan yang rendah, kontrak kerja yang diberikan manajemen disetujui. Mereka tak tahu ada item kontrak yang bisa saja menjerat mereka tidak bisa lepas dari pekerjaan itu.
Masalah datang ketika mereka mulai terjerat hutang kasbon. Mulai dari tiket pesawat saat datang, makan minum, mess, laundry dan lainnya, semua dihitung oleh manajamen tempat kerja.
Tak lagi mampu mengembalikannya, mereka terpaksa terus bekerja, meski harus menerima berbagai tindakan tak mengenangkan.
Tak tahan dengan kondisi ini, N, seorang LC di Eltras Pub kemudian membongkarnya. Didukung aktivis kemanusiaan yang ada di Maumere, berita ini menjadi viral di seluruh Indonesia.
Berbagai pihak angkat bicara. Kebrorokan manajamen pub terbongkar. Bahkan disinyalir ada oknum anggota kepolisian yang terlibat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak cepat. KDM langsung datang ke Maumere. Dia tidak mengutus tim, tapi langsung turun tangan. Membawa pulang para LC yang terjerat kasus di Maumere ke Jawa Barat. Langkah seorang pemimpin yang patut diapresiasi.
KDM tak ingin warganya terus terjerat dalam mafia yang disebut sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini. KDM bahkan berjanji melunasi semua hutang kasbon dari LC yang merupakan warga asal daerah yang dipimpinnya.
Apa yang dilakukan oleh KDM ini adalah tindakan cepat untuk melindungi warganya. Namun, kita berharap agar proses hukum terhadap berjalan. Bagaimanapun, kasus ini sudah menjadi pembicaraan publik yang dibahas di mana-mana.
Ada pelaku dan ada korban. Dan, ini adalah kasus pidana yang penyelesaiannya bukan sekadar jemput korban dan bawa pulang, lalu selesai. Proses hukum harus terus berlanjut.
Yang bersalah harus diproses sesui hukum yang berlaku. Siapa-siapa saja yang terlibat, termasuk dugaan ada oknum apara kepolisian diproses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/GUBERNUR-JAWA-BARAT-DEDI-MULYADI-123.jpg)