Rabu, 22 April 2026

EDITORIAL

Editorial: Rote Ndao Butuh Dokter Kandungan

MASYARAKAT Kabupaten Rote Ndao kini mulai berhitung soal biaya dan waktu yang harus mereka siapkan untuk persiapan persalinan.

POS-KUPANG.COM/Mario Giovani Teti
Potret Rumah Sakit Umum Daerah Ba'a, Rote Ndao 

Ringkasan Berita:
  • MASYARAKAT Kabupaten Rote Ndao kini mulai berhitung soal biaya dan waktu yang harus mereka siapkan untuk persiapan persalinan.
  • Ini terjadi lantaran kabupaten paling selatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut tidak memiliki dokter ahli kandungan.
  • Untuk persalinan normal mungkin bisa ditangani bidan atau dukun beranak terlatih. Namun, ceritanya akan berbeda untuk ibu hamil dengan masalah tertentu yang memerlukan penanganan dokter kandungan.
 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - MASYARAKAT Kabupaten Rote Ndao kini mulai berhitung soal biaya dan waktu yang harus mereka siapkan untuk persiapan persalinan.

Ini terjadi lantaran kabupaten paling selatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut tidak memiliki dokter ahli kandungan.

Untuk persalinan normal mungkin bisa ditangani bidan atau dukun beranak terlatih. Namun, ceritanya akan berbeda untuk ibu hamil dengan masalah tertentu yang memerlukan penanganan dokter kandungan.

Fakta di Kabupaten Rote Ndao hari-hari ini memerlukan tidak hanya perhatian tetapi aksi konkret.

Sebagaimana diwartakan Pos Kupang, ketiadaan dokter kandungan di RSUD Baa membuat puluhan ibu hamil yang akan melahirkan, baik normal maupun melalui bedah cesar wajib dirujuk ke Kota Kupang demi keselamatan ibu dan bayi. 

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah ibu hamil kepada wartawan,  Kamis 12 Februari 2026. Mereka mengaku terbebani biaya tambahan dan risiko perjalanan jauh ke Kota Kupang menjelang persalinan.

Seorang pasien mengatakan dirinya diwajibkan menjalani bedah cesar karena memiliki riwayat persalinan serupa pada kelahiran sebelumnya.

Namun, setelah dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di Rote Ndao mengundurkan diri, ia diarahkan berangkat ke Kota Kupang satu bulan sebelum jadwal operasi dengan membawa surat rujukan.

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba'a mengakui kekosongan dokter spesialis Obgyn yang memaksa ibu hamil dirujuk ke Kupang untuk mendapatkan layanan persalinan.

Direktur RSUD Ba'a, dr. Yulia E Krones mengatakan, pemerintah daerah setempat telah melaporkan kondisi tersebut ke Kementerian Kesehatan dan memohon bantuan tenaga dokter spesialis.

Kita apresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tersebut. Tentu memerlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lobi kepada pemerintah pusat harus lebih intens agar dokter ahli kandungan segera melayani masyarakat di wilayah terselatan NKRI tersebut. 

Intervensi pemerintah provinsi serta kepedulian para wakil rakyat NTT di Senayan dibutuhkan saat ini. 

Kepala Daerah Rote Ndao juga harus gerak cepat, tidak hanya dengan surat atau telepon.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved