Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste
PMI dan CVTL Komitmen Bangun Ketahahan Masyarakat di Perbatasan Timor Leste
Kesepakatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas organisasi serta penguatan layanan kemanusiaan.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor Leste (CVTL) menegaskan komitmen untuk membangun ketangguhan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Komitmen tersebut disampaikan bersama oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bersama Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares saat penandatanganan nota kesepahaman kerja sama kedua lembaga kemanusiaan tersebut di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Melalui kesepakatan tersebut, kedua organisasi akan memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari manajemen risiko bencana, penanganan krisis kesehatan, hingga pengelolaan relawan dan layanan donor darah.
Baca juga: 1.500 Warga Timor Leste Ikut Program Penutur Bahasa Indonesia
Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pertolongan pertama, pemulihan hubungan keluarga, air dan sanitasi, serta logistik dan diplomasi kemanusiaan.
Kesepakatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas organisasi serta penguatan layanan kemanusiaan, khususnya di wilayah perbatasan kedua negara.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bersama Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares.
Madalena Fernandes dalam kesempatan itu menyoroti kedekatan geografis dan budaya antara Timor Leste dan Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia menilai kerja sama ini akan memperkuat kesiapan relawan melalui berbagai program pelatihan.
“Kami punya banyak relawan, dan peningkatan kapasitas menjadi kunci agar mereka semakin siap,” katanya.
Sementara Jusuf Kalla menekankan bahwa kerja kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ia menyebut, kolaborasi antarnegara menjadi hal penting, terutama bagi negara yang bertetangga dan memiliki potensi risiko bencana yang serupa.
“Kemanusiaan tidak dibatasi negara. Saat terjadi bencana, kita bisa saling membantu,” ujarnya singkat.
Nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak. Pelaksanaannya akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan program di lapangan. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-sebut-presiden-Jokowi-gelap-mata.jpg)