Kamis, 23 April 2026

Timor Leste

Generasi Muda Timor Leste Makin Berminat Belajar Bahasa Indonesi

Program BIPA memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi kebahasaan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste. 

Editor: Ryan Nong
UNFPA/Roderick T.J. Buiskool
Kaum muda di Timor Leste memperingati Hari Pemuda Internasional pada tahun 2018. KBRI Dili menyoroti makin tingginya minat generasi muda Timor Leste belajar Bahasa Indonesia. 

POS-KUPANG.COM, DILI -- Generasi muda di negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) makin berminat mempelajari Bahasa Indonesia. Hal itu diungkapkan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhimo di Pusat Budaya Indonesia Dili, Senin (20/4/2026). 

Nugroho yang membuka secara resmi Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tahun 2026 menyebut tingginya minat generasi muda Timor Leste mempelajari Bahasa Indonesia menjadi modal penting memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya kedua negara.

Tercatat sebanyak 1.500 warga Timor Leste ikut dalam program tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga perwakilan instansi. Para peserta tersebar di 10 distrik, dengan pusat kegiatan di Kota Dili.

Baca juga: 1.500 Warga Timor Leste Ikut Program Penutur Bahasa Indonesia

Nugroho juga menyebut bahwa Program BIPA memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi kebahasaan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Tasrifin Tahara menyebut Program BIPA menjadi kebutuhan penting seiring kedekatan kultural antara Indonesia dan Timor Leste. Serta, meningkatnya minat generasi muda Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menekankan bahwa Program BIPA merupakan bagian dari program strategis pemerintah, khususnya, dalam memperkuat peran bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan Program BIPA Tahun 2026, kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor-Leste diharapkan semakin erat. Sekaligus mendorong peningkatan minat generasi muda Timor Leste untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Sensus tahun 2022 menyebut jumlah penutur Bahasa Indonesia mencapai 300 juta penutur, dan menjadi bahasa terbesar berdasarkan jumlah penutur di Asia Tenggara dan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan atau dituturkan di seluruh dunia.

Adapun Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi di ASEAN dan UNESCO, juga diakui sebagai bahasa minoritas di Timor Leste dan Perserikatan Bangsa Bangsa. (*) 

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved