Kamis, 23 April 2026

Timor Leste

1.500 Warga Timor Leste Ikut Program Penutur Bahasa Indonesia

Sebanyak 250 peserta mengikuti pembelajaran secara langsung di Pusat Budaya Indonesia Dili.

|
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Peserta Program BIPA tahun 2026 asal Timor Leste saat pembukaan program di KBRI Dili, Senin (20/4/2026) 

POS-KUPANG.COM, DILI -- Sebanyak 1.500 warga Timor Leste ikut menjadi peserta Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tahun 2026. 

Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga perwakilan instansi. Para peserta tersebar di 10 distrik, dengan pusat kegiatan di Kota Dili.

Program BIPA tahun 2026 dibuka secara resmi di Kota Dili, Timor Leste pada Senin (20/4/2026) oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhimo, di Pusat Budaya Indonesia Dili.

Baca juga: Koleksi Buku di Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili Masih Terbatas

Sebanyak 250 peserta mengikuti pembelajaran secara langsung di Pusat Budaya Indonesia Dili, sementara lainnya mengikuti secara daring. Pelaksanaan program didukung oleh 18 pengajar BIPA.

Kegiatan pembukaan dihadiri secara luring oleh sekitar 130 peserta yang terdiri dari pelajar dan pengajar. Serta, diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai distrik melalui platform Zoom.

KUAI Nugroho menegaskan Program BIPA memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi kebahasaan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste. Ia menyoroti tingginya minat generasi muda Timor Leste mempelajari Bahasa Indonesia, sebagai modal penting memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya kedua negara.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Tasrifin Tahara, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana. Serta, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin.

Tasrifin menyampaikan bahwa Program BIPA menjadi kebutuhan penting seiring kedekatan kultural antara Indonesia dan Timor-Leste. Serta, meningkatnya minat generasi muda Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Hafidz menekankan bahwa Program BIPA merupakan bagian dari program strategis pemerintah. Khususnya, dalam memperkuat peran bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan Program BIPA Tahun 2026, kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor-Leste diharapkan semakin erat. Sekaligus mendorong peningkatan minat generasi muda Timor Leste untuk menempuh pendidikan di Indonesia. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved