Minggu, 12 April 2026

Mutiara Ramadhan

Mutiara Ramadhan - Keutamaan Shalawat

Di dalam bulan Ramadan kita dianjurkan untuk banyak bershalawat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar. 

Mutiara Ramadhan - Keutamaan Shalawat
Oleh: Menteri Agama, Nasaruddin Umar

POS-KUPANG.COM - Di dalam bulan Ramadan kita dianjurkan untuk banyak bershalawat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. 

Shalawat atau selawat ialah ungkapan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengucapkan lafaz-lafaz selawat seperti: Allahumma shalli ‘ala Muhammad. 

Berselawat kepada Nabi adalah seruan Allah: Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi (Muhammad). Wahai orang orang yang beriman berselawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (Q.S. al-Ahdzab/3356). 

Ayat ini menggunakan kata yushalluna, bentuk fi’il mudhari’ berarti sampai sekarang terus berlangsung Allah SWT dan para malaikat terus berselawat dan kita semua juga diminta untuk seperti itu.

Banyak hadis menceritakan betapa pentingnya mengingat dan mengenang Nabi di dala bentuk selawat, di antaranya Nabi bersabda:

“Siapa yang berselawat kepadaku maka aku tahu dan di hari kiamat aku akan memberinya syafaat, pembelaan”, demikian kata Nabi. 

Dalam hadis lain dikatakan: “Alangkah kikirnya umatku manakala namaku disebut tetapi tidak berselawat kepadaku”.

Berselawat dan merindukan Nabi pada saatnya Nabi akan datang dalam bentuk mimpi menjumpai yang bersangkutan. 

Nabi bersabda: Barang siapa yang memimpikan aku, maka aku sebenarnya yang dilihat. Satu-satunya wajah yang tak dapat dipalsukan iblis ialah wajahku”.

Selanjutnya ia bersabda: “Siapa yang pernah memimpikan aku maka dia akan bersamaku di syurga”.

Selawat terhadap Nabi bukan hanya manusia tetapi juga Allah Swt dan para malaikatnya sebagaimana firman Allah SWT:“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya’’. (Q.S. al-Ahdzab/33:56)

Banyak lagi hadis shahih yang menjelaskan selawat kepada Nabi mempunyai efek positif bagi yang bersangkutan. Lantunan pujian terhadap Nabi yang ditradisikan di dalam masyarakat merupakan sesuatu yang terpuji.

Kalangan ulama meyakini manakala nama Nabi disebut, dipuji, dan dirindukan, maka roh Nabi akan mengunjunginya. 

Itulah sebabnya mengapa dalam pembacaan berzanji ketika melantunkan shalawat badar semua jamaah berdiri sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan akan kehadiran roh Rasulullah Saw.’

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved