Wawancara Eksklusif
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Sering Ditelepon Presiden Prabowo
Dadan Hindayana mengungkapkan gaya komunikasi langsung Presiden RI Prabowo Subianto
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan gaya komunikasi langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam memantau perkembangan program Makan Bergizi Gratis.
Dadang menyebut, Prabowo kerap melakukan komunikasi intens, termasuk melalui sambungan telepon, untuk memastikan program prioritas ini berjalan sesuai target.
Hal itu disampaikan Dadan saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
“Ya, biasanya kalau saya sudah paham, kalau telepon biasanya kan asistennya yang telepon kan. Terus bapak bicara, saat bicara biasanya, 'Prof, gimana kabar?' Biasanya manggil saya Prof, padahal saya bukan profesor kan. Mungkin sudah terbiasa itu,” ujar Dadang.
Menurut Dadang, Prabowo adalah pemimpin yang sangat baik dan jarang mendengar keluhan hambatan darinya. Namun, presiden memiliki kepekaan tinggi saat akan ada keputusan besar yang perlu diambil.
“Saya jarang menyampaikan hambatan, rintangan. Tapi ketika mau ngambil keputusan besar, bapak pasti sudah tahu tuh,” tuturnya.
Dia menceritakan, dalam dua kali kesempatan ketika dirinya hendak mengambil keputusan besar, tiba-tiba Prabowo menelepon secara langsung. “Dan biasanya kalau telepon untuk mencari informasi itu ya, semenit lah, paling dua menit gitu. Tapi ketika tahu bahwa saya mau ngambil keputusan besar, teleponnya agak lama tuh. Dan setelah itu pasti diikuti dengan pertemuan,” papar Dadang.
Dalam pertemuan lanjutan itulah, ia bisa menyampaikan hal-hal detail yang membutuhkan keputusan strategis. “Pak, ada yang mau saya sampaikan.' 'Yaudah, nanti kita rapat khusus.' Nah, rapat khusus pada saat itu saya berbicara berdua untuk menyampaikan hal-hal yang perlu diputuskan,” jelasnya.
Dadang menegaskan, untuk urusan yang butuh informasi cepat, konfirmasi, dan diskusi ringan, komunikasi telepon sudah cukup. Namun, untuk keputusan besar yang berdampak luas, pertemuan empat mata menjadi pilihan.
Di kesempatan yang sama, Dadang memaparkan progress terkini pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dia melaporkan, Satuan Penyelenggara Pangan dan Gizi (SPPG) telah bertambah signifikan.
“Alhamdulillah sampai sekarang, kemarin waktu rapat sidang Kabinet, saya melaporkan 12.508 SPPG. Hari ini sudah 12.639, jadi 131 lebih banyak sampai siang ini. Nanti kalau malam sudah pasti nambah lagi,” ujarnya.
Dadan menambahkan, saat ini program tersebut telah menjangkau sekitar 3,68 hingga 3,69 juta penerima manfaat. Angka ini setara dengan 40 persen dari total target penerima manfaat.
“Jadi kita akan terus tambah kecepatan kita, di mana setiap hari kita akan menambah kurang lebih antara 150 sampai 200 satuan penyelenggara gizi. Artinya antara 400 sampai 600 ribu penerima manfaat setiap hari ditambah,” jelas Dadang.
Target ambisius pemerintah adalah agar 82,9 juta penerima manfaat dapat terlayani paling lambat pada Februari 2025.
“Agar target kita 82,9 juta dapat dicapai akhir tahun ini atau selambat-lambatnya Februari. Sehingga semua target penerima manfaat bisa kita berikan haknya. Karena ini penting sekali untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan ceria,” pungkas Dadang.
wawancara eksklusif
Eksklusif
Dadan Hindayana
Makan Bergizi Gratis (MBG)
POS-KUPANG.COM
Badan Gizi Nasional (BGN)
| Inovasi Mahasiswa Undana: Pajak Karbon dan Carbon Track App |
|
|---|
| Presentasikan Hasil Riset tentang Mikroplastik, Mahasiswa Undana Raih Penghargaan di Bangkok |
|
|---|
| Isi Otak Anak di Masa Depan Ditentukan oleh Isi Otak Ibu di Masa Kini |
|
|---|
| Alumni dan Mahasiswa FKIP Undana Bagi Pengalaman Ikut Program Sea Teacher di Filipina |
|
|---|
| Peneliti Undana Ungkap Tantangan Mengembangkan Domba Rote |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Gizi-Nasional-BGN-Dadan-Hindayana.jpg)