Opini
Opini: Perawat- Kekuatan Terbesar yang Terlupakan
Ketika sebagian besar masyarakat berlindung di rumah, jutaan perawat justru berdiri di garis terdepan
WHO menegaskan bahwa investasi pada pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan pelayanan keperawatan merupakan salah satu strategi paling efektif untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan global.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa perawat bukan sekadar bagian dari sistem kesehatan. Mereka adalah fondasi utama yang menopang sistem tersebut.
Tidak ada profesi kesehatan lain yang memiliki kedekatan dan kontinuitas hubungan dengan masyarakat sebagaimana yang dimiliki perawat.
Mereka hadir sejak proses kelahiran, mendampingi masa sakit, membantu pemulihan, hingga memberikan perawatan pada fase akhir kehidupan.
Kedekatan tersebut memberikan keunggulan yang tidak dimiliki profesi lain. Perawat memahami kondisi kesehatan masyarakat bukan hanya melalui data statistik, tetapi melalui pengalaman langsung di lapangan.
Mereka melihat bagaimana keluarga berjuang mengendalikan hipertensi, bagaimana lansia kesulitan mengakses layanan kesehatan, atau bagaimana masyarakat menghadapi berbagai tantangan kesehatan sehari-hari.
Pengalaman inilah yang menjadikan perawat memiliki perspektif yang sangat berharga dalam merancang solusi kesehatan yang lebih efektif.
Sayangnya, peran strategis tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan keterlibatan yang memadai dalam pengambilan keputusan.
Dalam banyak sistem kesehatan, perawat masih lebih sering menjadi pelaksana kebijakan dibandingkan pembentuk kebijakan.
Akibatnya, berbagai keputusan kesehatan sering kali kehilangan perspektif lapangan yang sesungguhnya sangat dibutuhkan.
Tantangan ini semakin besar ketika dunia memasuki era transformasi digital kesehatan. Kemajuan teknologi telah mengubah wajah pelayanan kesehatan secara drastis.
Telehealth, rekam medis elektronik, wearable devices, big data, dan kecerdasan buatan mulai menjadi bagian dari praktik kesehatan modern.
Transformasi ini tidak hanya mengubah cara pelayanan diberikan, tetapi juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan tenaga kesehatan.
Penelitian terbaru yang dilakukan Janes dan kolega (2025) di kawasan Eropa menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi teknologi kesehatan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan perawat dalam proses transformasi digital.
Temuan serupa juga dilaporkan Qahtani dan kolega (2025) yang menyimpulkan bahwa keterlibatan perawat dalam kepemimpinan transformasi digital berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, dan efisiensi sistem kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Faridha-Alfiatur-Rohmaniah.jpg)