Breaking News
Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Opini: Rajin Olahraga tetapi Kena Diabetes?

Konsumsi minuman manis setelah olahraga tidak selalu meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika dilakukan secara tepat...

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI HERMINA MAU
Hermina Mau, SKM.,M.Sc 

Minumannya bervariasi dari segi harga, warna, komposisi, lokal, impor, dan ragam lainnya dengan misi reward bagi tubuh yang telah bekerja keras untuk tetap sehat produktif. 

Baca juga: Menkes Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Tekan Risiko Diabetes

Sayangnya minuman olahraga yang dikonsumsinya dalam jangka waktu yang lama justru menyimpan bahaya bagi tubuh.

Ketika intake gula yang tinggi dari minuman masuk sedikit demi sedikit menjadi tak mampu dikondisikan oleh insulin sehingga terjadi resistensi insulin terhadap glukosa meskipun intake gula dari makanan telah dikontrol. 

Sebagian besar minuman olahraga mengandung gula sederhana seperti glukosa, sukrosa, atau fruktosa dengan konsentrasi sekitar 4–8 persen. 

Konsumsi berlebihan gula dalam bentuk cair memiliki dampak metabolik yang lebih besar dibandingkan gula dari makanan padat karena lebih cepat diserap oleh saluran cerna dan menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah. 

Kondisi ini memaksa pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah besar untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal. 

Jika paparan glukosa tinggi berlangsung terus-menerus, sel-sel tubuh seperti otot, hati, dan jaringan adiposa mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin, suatu kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin. 

Kajian ilmiah membuktikan bahwa konsumsi rutin minuman berpemanis gula, termasuk minuman olahraga, berhubungan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik dan diabetes melitus tipe 2 akibat gangguan sensitivitas insulin. 

Kasus pria muda sporty ini relate dengan istilah yang lagi populer “Thin Outside, Fat Inside” yang menggambarkan fisik tubuh yang nampak terbentuk secara proporsional, terukur tidak obesitas namun banyak terjadi penumpukan lemak di sekitar organ dalam tubuh. 

Asupan gula cair yang tinggi meningkatkan akumulasi lemak viseral dan lemak di hati, yang merupakan faktor utama dalam perkembangan resistensi insulin. 

Fruktosa yang banyak digunakan sebagai pemanis pada minuman olahraga dimetabolisme terutama di hati dan dapat merangsang proses lipogenesis de novo, yaitu pembentukan lemak baru dari karbohidrat. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin minuman berpemanis berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, peningkatan kadar trigliserida, peradangan kronis tingkat rendah, resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2.

Konsumsi minuman manis setelah olahraga tidak selalu meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika dilakukan secara tepat dan proporsional. 

Saat aktivitas fisik berlangsung, otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga sensitivitas insulin meningkat dan cadangan glikogen berkurang. 

Tujuan berolahraga untuk sehat, oleh karena itu sejatinya dibarengi dengan mengurangi konsumsi minuman manis setelah berolahraga. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved