Opini
Opini: Subuh, Altar, dan Rahasia Kehidupan Seminari
Di seminari yang dikejar bukanlah piala prestasi, melainkan piala Ekaristi. Yang dicari bukanlah seragam dinas, melainkan busana rohani.
Memang tidak bisa dimungkiri, rahim seminari ini pun telah melahirkan begitu banyak alumni yang tapak kakinya sukses menjejak di luar sana.
Banyak yang berhasil menduduki posisi strategis, diakui publik, dan mewarnai panggung dunia dengan berbagai pencapaian gemilang.
Namun, di balik semua kontribusi nyata itu, seminari ini menawarkan cara pandang yang jauh lebih dalam.
Visi akhirnya tidak pernah diukur dari seberapa tinggi seseorang mampu berdiri di atas panggung dunia, tetapi dari seberapa dalam ia bersedia membungkuk dan bersujud di hadapan altar.
Di tempat ini terjadi sebuah transformasi cara pandang, yaitu dari yang bersifat temporal-horizontal menuju yang bersifat kekal-vertikal.
Ada transformasi dari keinginan meraih kesuksesan menuju keberanian untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus.
Kontras radikal inilah yang mengajak kita untuk merenung kembali: Di manakah sejatinya letak keberhasilan sebuah proses formatio (pembentukan diri)?
Karena itu, di seminari ini, yang dikejar bukanlah piala prestasi, melainkan piala Ekaristi. Yang dicari bukanlah seragam dinas, melainkan busana rohani.
Yang dituju bukanlah mimbar retorika, melainkan mimbar sabda. Yang diusahakan bukanlah keharuman nama sekolah, melainkan keharuman nama Kristus.
Sebuah Catatan Pulang
Kini, ketika masa dua tahun itu telah genap, saya menyadari bahwa Mataloko tidak pernah benar-benar ditinggalkan.
Bunyi lonceng subuhnya akan tetap bergema dalam ingatan, dingin kabutnya akan selalu dirindukan, dan formasi rohani di depan altarnya telah terpahat permanen dalam jiwa.
Terima kasih, Mataloko. Terima kasih untuk para seminaris yang mengajari saya arti ketulusan, dan para imam pembina yang menunjukkan arti kesetiaan.
Di tanah Ngada ini, saya tidak hanya belajar bagaimana cara membina orang lain, tetapi yang terutama, saya telah dibina oleh kehidupan itu sendiri. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Tevin Lory
Siswa Seminari Mataloko
SMA Seminari Mataloko
Seminari Mataloko
Meaningful
Tahun Orientasi Pastoral
Keuskupan Agung Ende
| Opini: Menanamkan yang Tepat- Pendidikan Sejati Menurut Kacamata Parmenides |
|
|---|
| Opini: Kaum Marginal Terlalu Nyata untuk Diabaikan |
|
|---|
| Opini: Sudah Menyambut Tubuh Kristus, Tetapi Sudahkah Menjadi Tubuh Kristus? |
|
|---|
| Opini: Sapere Aude di Tapal Batas |
|
|---|
| Opini: Membumikan Ensiklik Magnifica Humanitas di Tengah Badai Penipuan AI di NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tevin-Lory.jpg)