Opini
Opini: Menanamkan yang Tepat- Pendidikan Sejati Menurut Kacamata Parmenides
Di Kota Kupang yang mengalami perkembangan pesat, pendidikan karakter dilihat sebagai penyangga yang sangat krusial.
Bagi Parmenides itu semua hanyalah sementara. Walaupun terlihat bermanfaat dan nyata dalam kehidupan kita. Teknologi sewaktu-waktu akan usang dan rusak.
Nilai yang diperoleh bisa saja merupakan hasil menyontek atau hasil dari usaha teknologi yang dapat mengembangan informasi dengan begitu cepat dan metode kerja yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Baca juga: Opini: Kaum Marginal Terlalu Nyata untuk Diabaikan
Segala macam perubahan tidak bisa dijadikan sebagai fondasi yang kokoh bagi kehidupan seseorang dalam waktu yang panjang dan tetap.
Hal yang perlu ditanamkan agar pendidikan memiliki makna yang hakiki adalah dengan menanamkan pendidikan karakter semenjak usia dini.
Melalui pendidikan karakter anak sudah pasti banyak memanen hasil yang berlimpah dalam segala bentuk berupa tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, rasa hormat terhadap orang lain dan kecintaan yang berarti kepada suatu kebenaran.
Ini semua merupakan bagian dari hakikat kemanusian yang tidak pernah berubah dan bersifat ada, sejati dan abadi.
Di Kota Kupang yang mengalami perkembangan pesat, pendidikan karakter dilihat sebagai penyangga yang sangat krusial.
Ketika pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi yang terus mengalami perubahan yang signifikan, membuat orang-orang di Kota Kupang mudah terbuai oleh yang tampak atau ilusi dalam bentuk materi.
Jika generasi muda sebagai investasi masa depan kota provinsi yang hanya dibekali dengan hal-hal yang bersifat praktis, tanpa menanamkan pendidikan karakter, maka generasi muda akan mudah terobang-ambing dalam prinsip hidup yang lemah, tanpa arah jelas dan lebih memiliki keuntungan yang bersifat sesaat.
Oleh karena itu, pendidikan sejati bukan diarakan demi menghadapi perubahan yang terus terjadi dalam kehidupan kita, melainkan perlu menanamkan dalam diri generasi penerus sesuatu yang bersifat tetap dan tidak berubah.
Para pendidik harus membimbing anak untuk bisa membedakan mana yang hanya ilusi dan mana yang merupakan hakikat kebaikan yang bersifat tetap.
Hal ini selaras dengan yang disampaikan wali Kota Kupang bahwa “Keberhasilan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak masa kanak-kanak.
Karena Bapak dan Ibu Guru, kita memiliki generasi yang cerdas, berkualitas dan berkarakter.
Kita ingin anak-anak Kota Kupang tidak hanya pintas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang tulus, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi yang bermanfaat bagi ligkungan sekitarnya. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoseph-Suri-Bitin.jpg)