Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Opini: Makna Pentahbisan Diakon dalam Perspektif Thomas Aquinas tentang Penggerak Pertama

Pentahbisan diakon tidak hanya memiliki makna pastoral, tetapi juga mengandung makna filosofis dan teologis yang mendalam.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MARIO SUBAN BAHY
Mario Suban Bahy 

Dalam pemikiran Thomas Aquinas, setiap gerak dan perubahan yang terjadi di dunia menunjukkan adanya sebab yang mendahuluinya. Manusia bergerak karena memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. 

Demikian pula panggilan seorang frater menuju tahbisan diakon tidak muncul secara tiba-tiba tanpa alasan. 

Panggilan tersebut bertumbuh melalui pengalaman hidup, pendidikan iman, doa, dan pembinaan yang panjang. 

Semua proses itu menunjukkan adanya gerak yang mengarahkan seseorang kepada bentuk hidup tertentu. 

Menurut Aquinas, gerak tersebut pada akhirnya bersumber dari Tuhan sebagai Penggerak Pertama yang menjadi asal segala sesuatu. 

Dengan demikian, keputusan seorang frater untuk menerima tahbisan diakon dapat dipandang sebagai bagian dari karya Allah yang menggerakkan hidup manusia menuju tujuan yang lebih luhur.

Pentahbisan diakon juga menunjukkan hubungan antara rahmat Allah dan kebebasan manusia. 

Aquinas mengajarkan bahwa Allah menggerakkan manusia tanpa menghilangkan kebebasannya. Manusia tetap memiliki kemampuan untuk menerima atau menolak panggilan yang diterimanya. 

Para frater yang ditahbiskan telah melewati berbagai tahap pembinaan yang menuntut komitmen dan tanggung jawab pribadi. 

Mereka tidak dipaksa untuk menjadi diakon, tetapi secara bebas memilih untuk menanggapi panggilan tersebut. 

Dalam hal ini, Allah sebagai Penggerak Pertama bekerja melalui rahmat-Nya untuk mengarahkan manusia kepada kebaikan. 

Tahbisan diakon menjadi tanda bahwa rahmat Allah dan kebebasan manusia dapat bekerja bersama dalam mewujudkan panggilan hidup yang dikehendaki Tuhan.

Tugas diakon setelah menerima tahbisan juga dapat dipahami dalam terang pemikiran Aquinas mengenai tujuan akhir manusia. 

Menurut Aquinas, seluruh kehidupan manusia pada akhirnya diarahkan kepada Allah sebagai kebaikan tertinggi. 

Pelayanan diakon dalam Gereja bukanlah tujuan pada dirinya sendiri, melainkan sarana untuk mengarahkan umat kepada Allah. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved