Rabu, 27 Mei 2026

Opini

Opini: Menulis

Dua buku tersebut diganjal sejumlah nominasi dan penghargaan. Memoria jadi salah satu Buku Puisi Rekomendasi Majalah Temp

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MARIO F. LAWI
Mario F. Lawi 

“Perubahan simbolis yang paling jelas dari peristiwa besar ini, yang dipopulerkan dan diwakili oleh mitos, tercermin dalam citra dapur, yang, terkait dengan penggunaan api, menjadi unsur fundamental identitas manusia." 

"Sejak saat itu, tidak mungkin lagi menyebut diri sebagai ‘manusia’ tanpa memasak makanan sendiri. Penolakan terhadap memasak (seperti yang akan kita lihat) mengambil makna sebagai tantangan nyata terhadap peradaban, setara dengan penolakan terhadap pertanian domestik dalam praktik produksi pangan,” tegas Montanari.

Substansi “Medium is the message” dan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan dengan sangat jelas oleh Seamus Heaney, salah satu penyair favorit saya, dalam puisinya berjudul “Digging”. 

Tokoh aku dalam puisi tersebut adalah seorang penulis, yang membandingkan kerja menulisnya dengan kerja bertani yang dilakukan oleh kakek dan ayahnya.

Between my finger and my thumb   
The squat pen rests; snug as a gun.

Under my window, a clean rasping sound   
When the spade sinks into gravelly ground:   
My father, digging. I look down

Till his straining rump among the flowerbeds   
Bends low, comes up twenty years away   
Stooping in rhythm through potato drills   
Where he was digging.

Heaney membandingkan pena dengan pistol dan sekop hanya dalam tiga bait tersebut. 

Pena tersebut pas terasa di jari si aku, seperti pistol. Di bawah jendela kamar si aku, ayahnya sedang menggali tanah untuk menanam, bunga kemudian kentang. 

Kemudian muncul tokoh kakek di bait selanjutnya, yang juga melakukan kerja bertani dengan sekop. 

Namun, si tokoh aku sadar, yang ia bisa gali bukan lagi kentang seperti sang kakek dan sang ayah. Yang ia miliki hanyalah pena.

Sejumlah contoh di atas kiranya membantu kita melihat pentingnya teknologi dalam peradaban manusia, dan bagaimana manusia memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 

Karena itu, pandangan yang memosisikan catatan kertas lebih unggul secara etis daripada catatan digital mengabaikan satu hal penting: efisiensi adalah tujuan utama mengapa teknologi dikembangkan, dan keberhasilan manusia dalam menciptakan efisiensi justru menunjukkan perkembangan cara berpikirnya. 

Bagi seorang penulis atau siapa pun yang berurusan dengan menulis, kecepatan dan ketepatan menangkap gagasan adalah kunci. 

Ketika kemampuan mengetik sepuluh jari mampu mendekati kecepatan otak dalam melahirkan ide, atau kecepatan rekan diskusi dan narasumber menyampaikan gagasan, gawai justru menjadi perpanjangan tangan yang lebih baik daripada pena dan kertas. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved