Opini
Opini: UMKM Tumbuh, Ekonomi Ngada Tangguh
Banyak masyarakat kabupaten Ngada mulai menjalankan usaha perdagangan besar maupun kecil melalui toko, kios, usaha kuliner
Oleh: Yosefina Yohana Nau Dewa
Statistisi Terampil BPS Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Sektor perdagangan, jasa, konstruksi, dan industri mulai berkembang akibat tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.
Peran sektor UMKM masyarakat Ngada sangat penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Kondisi Perekonomian Masyarakat Ngada
Struktur perekonomian masyarakat Kabupaten Ngada dalam lima tahun terakhir (2021-2025) belum mengalami pergeseran yang signifikan.
Hal ini menunjukan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Ngada masih bertumpu pada beberapa sektor utama sebagai penggerak ekonomi di Kabupaten Ngada.
Baca juga: Opini: Veronika! Su Nonton Film Pesta Babi Ko?
Berdasarkan data PDRB Kabupaten Ngada tahun 2025, terdapat lima lapangan usaha yang berperan penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngada yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Jasa Keuangan dan Asuransi.
Kelima sektor tersebut memiliki kontribusi di atas 5 persen terhadap perekonomian Kabupaten Ngada.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Ngada.
Pada Tahun 2024 kontribusi sektor pertanian sebesar 35,01 persen meningkat menjadi 35,34 persen pada tahun 2025.
Hal ini menunjukan bahwa sektor pertanian memang masih menjadi penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat Ngada.
Kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian Kabupaten Ngada adalah sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib dengan kontribusi sebesar 18,50 persen.
Kemudian disusul sektor Konstruksi sebagai penyumbang terbesar ketiga yaitu sebesar 11,78 persen.
Sedangkan sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang angka sebesar 9,24 persen terhadap PDRB Kabupaten Ngada.
Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi memiliki peran sebesar 6,49 persen terhadap PDRB Kabupaten Ngada pada tahun 2025.
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ngada
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kinerja perekonomian suatu daerah secara nyata.
Dalam beberapa tahun terakhir kondisi perekonomian Kabupaten Ngada menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Ngada atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 mencapai Rp4,78 triliun.
Secara nominal, angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp4,47 triliun atau mengalami kenaikan sekitar Rp303,80 miliar.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berkembang di berbagai lapangan usaha.
Sementara itu, berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB Kabupaten Ngada juga mengalami peningkatan dari Rp2,58 triliun pada tahun 2024 menjadi sekitar Rp2,69 triliun pada tahun 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Ngada tumbuh sebesar 4,28 persen pada tahun 2025, angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 yang sebesar 3,66 persen.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan adanya peningkatan produksi barang dan jasa di berbagai lapangan usaha tanpa dipengaruhi oleh inflasi.
Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ngada
Berdasarkan data BPS, dari kelima sektor utama penopang ekonomi Kabupaten Ngada, sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mengalami peningkatan peranan secara terus-menerus selama periode tahun 2021-2025.
Pada tahun 2024 kontribusi sektor perdagangan sebesar 8,67 persen meningkat menjadi 9,24 persen pada tahun 2025.
Kondisi ini menggambarkan bahwa aktivitas perdagangan masyarakat semakin berkembang dan memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Jika dijabarkan lebih rinci terdapat tiga sektor yang memiliki pertumbuhan tertinggi di tahun 2025 yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan pertumbuhan sebesar 12,67 persen, diikuti oleh sektor Industri Pengolahan sebesar 11,36 persen, dan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,12 persen.
Perkembangan signifikan dari ketiga sektor tersebut menunjukan bahwa semakin bertumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Banyak masyarakat Kabupaten Ngada mulai menjalankan usaha perdagangan besar maupun kecil melalui toko, kios, usaha kuliner, dan reparasi kendaraan seperti bengkel motor dan mobil.
Bahkan semakin berkembangnya penggunaan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan produk perdagangan.
Selain itu, sektor Industri Pengolahan tampak dalam berkembangnya usaha masyarakat kabupaten Ngada dalam mengolah hasil pertanian dan produk rumah tangga masyarakat menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi seperti industri pengolahan kopi, pengolahan kemiri, pengolahan mete, produksi minyak kelapa tradisional, penggilingan padi, usaha tenun ikat, pembuatan mebel dan kerajinan kayu, produksi makanan ringan lokal dan pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk siap konsumsi.
Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tampak dalam meningkatnya aktivitas usaha kuliner, rumah makan, penginapan, dan jasa akomodasi lainnya di Kabupaten Ngada yang juga menunjukan tingginya mobilitas masyarakat melalui usaha jasa transportasi serta berkembangnya pariwisata di Kabupaten Ngada.
Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat Ngada di sektor perdagangan, industri serta penyediaan akomodasi dan makan minum menunjukan bahwa semakin berkembangnya UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, dan mendorong ekonomi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngada.
Sensus Ekonomi 2026: Mencatat Ekonomi Kabupaten Ngada
Pembangunan ekonomi yang tepat sasaran membutuhkan data yang akurat dan terpercaya.
Pemerintah memerlukan data yang lengkap dalam menentukan perencanaan dan kebijakan pembangunan ekonomi.
Dari sinilah peran penting Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Seluruh aktivitas usaha masyarakat Kabupaten Ngada akan didata secara menyeluruh.
Data yang dihasilkan dari SE 2026 dapat menggambarkan potensi ekonomi masyarakat Ngada sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, pengembangan UMKM, penyediaan lapangan kerja serta meningkatkan investasi daerah serta kebijakan daerah lainnya.
Dengan data yang akurat pembangunan ekonomi dapat dilakukan secara lebih terarah dan dampaknya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Ngada.
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tentu membutuhkan dukungan seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha.
Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang benar dan lengkap akan menghasilkan statistik berkualitas yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Karena pada akhirnya, data yang dikumpulkan hari ini akan menjadi dasar kebijakan pembangunan di masa mendatang. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Yosefina Yohana Nau Dewa
BPS Kabupaten Ngada
Opini Pos Kupang
Meaningful
NTT
Nusa Tenggara Timur
ekonomi berbasis UMKM
UMKM Kreatif
| Opini: Kekerasan Terhadap Perempuan |
|
|---|
| Opini: Veronika! Su Nonton Film Pesta Babi Ko? |
|
|---|
| Opini: Memandang Penderitaan sebagai Doa dalam Terang Teologi Salib Edith Stein |
|
|---|
| Opini: Menakar Krisis Iklim Kemarau Ekstrem dan Gejolak Vulkanik Lewotobi Laki-laki |
|
|---|
| Opini: Amfoang yang Terlupakan- Saat BBM Langka, Jalan Rusak dan Faskes Menjadi Pajangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yosefina-Yohana-Nau-Dewa.jpg)