Opini
Opini: May Day di Tanah Tanpa Pabrik Besar
NTT tidak boleh menjadi tanah yang kaya bahan, tetapi miskin pengolahan. Pekerja NTT tidak boleh terus menjadi tenaga murah
Orang bekerja, tetapi rantai nilainya pendek. Komoditas keluar, nilai tambah pergi, upah tertahan.
Tanpa Industri, Buruh Sulit Naik Kelas
World Economic Forum memperkirakan 22 persen pekerjaan global akan terdampak disrupsi pada 2030, dengan 170 juta pekerjaan baru tercipta dan 92 juta tergeser.
ILO juga mengingatkan bahwa digitalisasi dan otomatisasi sedang membentuk ulang dunia kerja. Namun untuk NTT, ancaman terbesar bukan robot yang menggantikan buruh pabrik.
Ancaman terbesarnya justru ketiadaan basis industri yang cukup kuat untuk menyerap, melatih, dan menaikkan kompetensi buruh lokal.
Karena itu, pembicaraan tentang buruh NTT harus berani masuk ke isu investasi pabrik besar.
Daerah ini tidak bisa selamanya hanya mengandalkan sektor jasa kecil, proyek pemerintah, dan kerja informal.
NTT membutuhkan industri pengolahan berbasis potensi lokal: pabrik pengolahan hasil perikanan, industri pakan ternak, rumah potong modern dan pengolahan daging, pengolahan garam, pangan lokal, minyak atsiri, rumput laut, mete, kelor, kopi, serta industri pendukung pariwisata.
Investasi pabrik besar bukan berarti mengorbankan masyarakat kecil. Justru tanpa industri, masyarakat kecil akan terus menjual bahan mentah dengan harga lemah.
Yang harus ditolak bukan pabriknya, melainkan model investasi yang mengambil bahan, membawa laba keluar, dan meninggalkan pekerja lokal sebagai buruh murah.
Di sinilah pendekatan Michael Porter tentang competitive advantage relevan. Daya saing daerah tidak lahir hanya dari kekayaan alam, tetapi dari kemampuan membangun klaster industri, tenaga kerja terampil, pemasok lokal, infrastruktur, inovasi, dan pasar.
NTT tidak cukup bangga punya laut, ternak, lahan, budaya, dan pariwisata. Semua itu harus diubah menjadi klaster nilai.
Pakta Rantai Nilai Buruh NTT
Solusinya harus lebih operasional. Pertama, pemerintah daerah perlu membuat Pakta Rantai Nilai Buruh NTT.
Setiap investasi besar harus memuat kewajiban serapan tenaga kerja lokal, pelatihan teknis, penggunaan pemasok lokal, kemitraan dengan koperasi dan UMKM, serta target peningkatan nilai tambah daerah.
Kedua, investasi pabrik besar harus diarahkan ke sektor yang memang punya bahan baku lokal.
Jangan hanya mengejar pabrik yang berdiri, tetapi pabrik yang mengikat petani, nelayan, peternak, UMKM, koperasi, dan pekerja lokal ke dalam rantai pasok.
I Putu Yoga Bumi Pradana
May Day
Hari Buruh Sedunia
Hari Buruh Internasional
Opini Pos Kupang
Meaningful
NTT
Nusa Tenggara Timur
| Opini: Dimensi Spiritual Ekowisata |
|
|---|
| Opini: Digitalisasi Pendidikan, Artificial Intelligence dan Cognitive Debt |
|
|---|
| Opini: Paradigma Baru Hukum Pidana untuk Lindungi Insinyur dan Marwah APH dari Rekayasa Kasus |
|
|---|
| Opini: Moke - Antara Warisan Budaya, Ekonomi Rakyat dan Negara yang Gamang |
|
|---|
| Opini: Kebebasan Pers dan Siapa yang Berhak Menamai Kebenaran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/I-Putu-Yoga-Bumi-Pradana-04.jpg)