Sabtu, 25 April 2026

Opini

Opini: Pendidikan Harus Bisa Membentuk Generasi NTT yang Kreatif

Kreativitas memungkinkan seseorang tumbuh inovatif dan menghasilkan ide-ide baru bagi peluang bisnisnya. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Hendrikus Genggor 

Tercatat baru ada sekitar 98.270 UMKM di NTT. Bandingkan dengan Provinsi DIY yang sudah mencapai 346.144 UMKM. 

Padahal di banyak negara, sektor UMKM menjadi prime mover yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. 

UMKM berperan penting dalam menjaga kelangsungan ekonomi, menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan sektor bisnis lainnya (Saputera, 2021), membantu meningkatkan pendapatan pekerja berpendidikan rendah, mengurangi kemiskinan, dan berkontribusi pada distribusi pendapatan yang lebih adil (Tambunan, 2023). 

Pendidikan yang menumbuhkan kreativitas

Secara sederhana, Peter F. Drucker (1959), mendefenisikan kewirausahaan sebagai suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik (ability to create the new and different). 

Karakteristiknya antara lain kreatif, inovatif, enerjik, keinginan untuk berprestasi, orientasi ke masa depan, bertanggung jawab, persepsi pada keberhasilan, dan ketrampilan dalam pengorganisasian (Wiratmo, 2001). 

Dari sini terlihat bahwa kreativitas adalah salah satu fondasi penting dari kewirausahaan itu. 

Kreativitas memungkinkan seseorang tumbuh inovatif dan menghasilkan ide-ide baru bagi peluang bisnisnya. 

Melalui kreativitas, seseorang akan terdorong untuk berpikir dan bertindak out of the box, memiliki kapasitas untuk berpikir secara inventif dan imajinatif melampaui cara-cara tradisional (Muntamah, 2024). 

Berita baiknya, kreativitas bukanlah sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang. 

Sebaliknya, kreativitas bersifat inkremental yang dapat dipelajari atau dibiasakan, sehingga setiap orang dapat belajar untuk menjadi lebih kreatif (Muntamah, 2024). 

Maka, jika kita ingin kewirausahaan dan UMKM bertumbuh dan berkembang di NTT maka sejak kecil para pemuda dan pelajar NTT perlu dibiasakan untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam banyak hal. 

Anak-anak dan para pelajar kita perlu distimulus sedemikian rupa agar karakter dan kemampuan kreativitasnya tumbuh dan berkembang optimal. Nah, di sinilah peran sekolah dan guru (pendidikan). 

Sekolah adalah tempat di mana karakter dan kemampuan kreativitas itu bisa tumbuh dan berkembang. Guru adalah agen yang memungkinkan itu terjadi. 

Maka, jika kita ingin anak-anak NTT tampil kreatif di masa depan maka hal itu harus dimulai dari sekolah dan dari para gurunya. Cara, strategi, metode kita dalam mendidik (model pembelajaran) harus berani kita ubah. 

Dari yang cenderung konvensional, monoton dari hari ke hari, dari satu materi ke materi lainnya; dari hanya berorientasi pada penyelesaian materi (Kurniawati, 2022) atau sekadar bisa menghasilkan lulusan kepada cara atau strategi yang memungkinkan tumbuhnya kreativitas.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved