Opini
Opini: Dari Kekuasaan Menuju Pengabdian Publik
Kita harus mengembalikan politik ke tempat yang semestinya. Bukan sebagai arena kekuasaan, tetapi sebagai jalan pengabdian
Poblem politik tidak berdiri sendiri. Ia memengaruhi seluruh sistem kehidupan berbangsa.
Politik Berbasis Nilai
PATRIA memandang bahwa masa depan politik Indonesia harus diarahkan pada politik berbasis nilai (value-based politics).
Sebuah pendekatan yang menempatkan etika, integritas, dan kepentingan publik sebagai fondasi utama.
Tiga langkah strategis yang perlu segera dilakukan. Pertama, reformasi pendanaan politik.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pembiayaan politik harus diperkuat untuk menekan praktik transaksional yang selama ini menjadi akar berbagai penyimpangan.
Kedua, penguatan etika dan integritas kepemimpinan. Partai politik dan lembaga negara harus berani menempatkan kualitas moral sebagai kriteria utama dalam rekrutmen pemimpin, bukan sekadar popularitas atau kekuatan modal.
Ketiga, peningkatan kualitas partisipasi publik. Demokrasi tidak cukup hanya dengan partisipasi tinggi, tetapi juga partisipasi yang cerdas.
Literasi politik masyarakat menjadi kunci agar publik tidak mudah terjebak dalam politik identitas dan disinformasi.
Peran Kaum Muda dan Masyarakat Sipil
Harapan besar terletak pada generasi muda dan masyarakat sipil. Dalam dokumen komitmen PATRIA, ditegaskan pentingnya mendorong partisipasi publik, transparansi, dan akuntabilitas dalam system politik.
Kaum muda tidak boleh hanya menjadi objek mobilisasi politik lima tahunan. Mereka harus menjadi subjek yang aktif dengan mengawal kebijakan, mengkritisi kekuasaan, sekaligus menghadirkan alternatif kepemimpinan.
Demikian pula masyarakat sipil, termasuk organisasi seperti PATRIA, harus mengambil peran sebagai penjaga nilai dalam demokrasi.
Seruan untuk Pemerintah dan Elite Politik
Momentum menuju 2045 tidak boleh diisi dengan praktik politik yang stagnan. Pemerintah dan seluruh elite politik perlu menunjukkan keberanian untuk melakukan pembenahan sistemik.
Kepercayaan publik tidak bisa dibangun melalui retorika. Ia hanya bisa lahir dari konsistensi antara kata dan tindakan.
Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya. Yang kita butuhkan adalah kepemimpinan yang jujur, berani, dan berpihak pada rakyat.
Politik sebagai Panggilan Moral
Politik bukan sekadar profesi, melainkan panggilan moral. Ia menuntut tanggung jawab, bukan hanya kepada konstituen, tetapi juga kepada sejarah dan masa depan bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Agustinus-Tamo-Mbapa.jpg)