Opini
Opini: Transformasi Bank NTT menjadi Perseroda
Bank memiliki akses langsung ke informasi lokal, jaringan pemerintah daerah, serta legitimasi sosial yang kuat.
Pertanyaan kuncinya sederhana tetapi mendasar: apakah bank daerah mampu menjadi motor pembangunan tanpa kehilangan disiplin bisnis?
Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat ditentukan oleh kualitas implementasi.
Kebijakan yang baik tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam menjalankan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan manajemen risiko.
Tanpa itu, transformasi ini berpotensi hanya menjadi perubahan bentuk tanpa perubahan kinerja.
Dengan demikian, perubahan status Bank NTT menjadi Perseroda harus dipandang sebagai peluang sekaligus ujian.
Peluang untuk memperkuat ekonomi daerah, dan ujian bagi kapasitas tata kelola pemerintah daerah serta profesionalisme manajemen bank.
Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi model keberhasilan BUMD di Indonesia Timur.
Jika gagal, risikonya bukan hanya pada bank, tetapi juga pada stabilitas ekonomi daerah itu sendiri. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini: Jangan Anggap Remeh RKPD- Di Sini Nasib Rakyat dan Anggaran Ditentukan |
|
|---|
| Opini: Dilema Kesejahteraan- Efisiensi atau Erosi Birokrasi? |
|
|---|
| Opini: Sunyi yang Tidak Didengar-Ketika Bunuh Diri Menjadi Bahasa Terakhir |
|
|---|
| Opini: Lonjakan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Ilusi “Profesor Menjamur” dan Krisis Nalar Kebijakan Pendidikan Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mikdon-Hede-Patu.jpg)