Opini
Opini: Larantuka dan Damai yang Rapuh
Keterlibatan pemuda dalam pengambilan keputusan akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitasnya.
Yang terlupakan seperti diingatkan oleh sosiolog Lewis A. Coser, mestinya konflik itu dijadikan sebagai pembelajaran.
Singkatnya dari perspektif sosial, konflik bisa menjadi ekspresi dari ketegangan yang terpendam.
Itu berarti konflik tidak selalu negatif; ia bisa menjadi tanda adanya masalah dalam relasi sosial.
Dalam konteks Larantuka, relasi antar-kelurahan mungkin menyimpan sejarah rivalitas, kecemburuan, atau stereotip yang diwariskan.
Ketika ruang dialog tidak tersedia, konflik menjadi bahasa alternatif. Pemuda—yang sedang mencari jati diri dan pengakuan—menjadi kelompok paling rentan terseret.
Dari sisi budaya, masyarakat Lamaholot dikenal memiliki solidaritas komunal yang kuat. Namun, di balik itu, ada garis identitas yang tegas antara “kami” dan “mereka.”
Antropolog Clifford Geertz menekankan bahwa identitas dan simbol budaya bisa menjadi sumber persatuan sekaligus konflik. Dalam banyak kasus, harga diri kelompok menjadi sangat sensitif.
Ejekan kecil dapat ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap seluruh komunitas.
Solidaritas yang seharusnya memperkuat persaudaraan bisa berubah menjadi eksklusivisme yang mudah tersulut.
Masih adanya cap ‘kami’ dan ‘mereka’ misalnya terlihat sederhana. Tetapi hal itu akan semakin kuat dengan minimnya kegiatan pembauaran.
Upaya membuka sekat dengan melakukan kegiatan bersama misalnya akan secara perlahan mengikis stereotip ini dan secara tak sadar dapat membangun kesatuan.
Kegiatan bersama entah pelatihan atau paling sederhana melakukan latihan kepemimpinan bersama akan menjadi contoh untuk mencairkan sekat yang membeku.
Dari perspektif ekonomi, konflik juga sering berkaitan dengan keterbatasan peluang.
Ekonom Amartya Sen menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tetapi keterbatasan kemampuan untuk berkembang.
Ketika pemuda tidak memiliki akses pada pendidikan, keterampilan, atau pekerjaan, energi mereka cenderung tersalurkan ke arah yang destruktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/robert-bala_02.jpg)