Opini
Opini: Mengapa Meminta Maaf?
Apabila permintaan maaf dilakukan secara personal, tatap muka, dapat mengembalikan kualitas hubungan interpersonal.
Sambil menunggu berbuka puasa, yang dianjurkan berzikir dan membaca doa, sebagai orang yang menyebut dirinya wartawan, bagus juga kita melihat ulang ke belakang.
Masih adakah kesalahan, kelalaian, yang telah membuat orang sakit hati, entah itu narasumber, masyarakat, rekan kerja, rekan satu organisasi, yang belum kita mintakan maafnya? Mari tanyakan ke hati nurani.
Itupun kalau dianggap perlu. Semua terserah Anda. Wallahu a’lam bishawab. (*)
*) Hendry Ch Bangun adalah wartawan senior. Tinggal di Jakarta.
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Hendry Ch Bangun
Opini Pos Kupang
Kata-kata Permintaan Maaf
permintaan maaf
Berkah Bulan Ramadan
Amalan Bulan Ramadan
Puasa di Bulan Ramadan
| Opini: Pancasila di Dinding, Krisis Karakter di Ruang Kelas |
|
|---|
| Opini: Meneropong Kualitas Tata Kelola MBG dari Perspektif Produsen dan Konsumen |
|
|---|
| Opini: Rumah Biru, Dapur Sunyi dan Miliaran yang Berputar |
|
|---|
| Opini: Manfaat Digitalisasi Bagi Petani dalam Meningkatkan Usahatani |
|
|---|
| Opini: Jejak Perjuangan Putera NTT Yoseph Ola Bebe Melawan Belanda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-PWI-Pusat-Hendry-Ch-Bangun.jpg)