Opini
Opini: Refleksi Akhir Tahun 2025
Harapannya agar gonjang ganjing politik segera berakhir dan pemerintah bersama masyarakat fokus membangun ekonomi.
Oleh: Herman Musakabe
Gubernur NTT periode 1993-1998
POS-KUPANG.COM - Tidak terasa kita sudah ada berada dipenghujung tahun 2025. Tirai waktu Kronos tahun 2025 akan segera menutup dan tirai tahun 2026 akan terbuka.
Sisa waktu beberapa saat lagi merupakan waktu Kairos yaitu kesempatan berharga untuk merenungkan dan merefleksikan apa yang sudah terjadi dan moga-moga bisa dijadikan pembelajaran dalam menjalani kehidupan bersama, baik untuk para pemimpin, Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, swasta, personal maupun keluarga.
Tujuannya agar kita selalu mau belajar dari pengalaman masa lalu dan menarik pelajaran untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Pengalaman adalah guru terbaik, dan kita diingatkan agar tidak tersandung kedua kali pada batu yang sama atau jatuh kedua kali di lubang yang sama.
Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang mulia yang dilengkapi dengan perasaan, akal budi dan pikiran untuk membedakan yang baik dan buruk, agar tingkah lakunya semakin baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Masalah Politik, Korupsi dan Kerusakan Lingkungan
Dari sekian banyak kejadian pada tahun 2025 untuk bahan refleksi, penulis memilih tiga topik penting yaitu masalah politik, korupsi dan kerusakan lingkungan hidup yang merupakan hambatan dan gangguan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu ada beberapa masalah di NTT yang perlu mendapat perhatian bersama.
Pertama, tahun 2025 adalah tahun pergantian dari “tahun politik” 2024 menjadi “tahun ekonomi” dimana Pemilu, Plpres dan Pilkada telah selesai dan pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Gibran beserta para gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia mulai bertugas untuk memperbaiki keadaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Harapannya agar gonjang ganjing politik segera berakhir dan pemerintah bersama masyarakat fokus membangun ekonomi.
Namun ternyata masalah politik (praktis) masih kental mewarnai kehidupan kelompok elit politik dan sebagian masyarakat di tahun 2025 akibat residu pilpres 2024 sehingga publik lebih banyak menerima informasi di media sosial tentang tokoh Joko Widodo (Jokowi) Presiden ketujuh RI.
Hampir setiap hari ada berita tentang Jokowi mulai dari gaya kepemimpinannya, keluarganya sampai tuduhan ijazah palsu.
Padahal ijazah itu sudah dipakai Jokowi untuk pencalonan Walikota Solo 2 periode, Gubernur DKI Jakarta 1 periode, Presiden RI 2 periode, dan UGM melalui Rektornya menyatakan ijazahnya asli.
Terlalu banyak waktu terbuang untuk perdebatan masalah ijazah ini dan akhirnya memasuki ranah hukum.
Di sisi lain, rumah Jokowi di Solo tidak pernah sepi pengunjung yang setiap hari ingin bertemu, bersalaman atau sekadar berfoto bersama dengan mantan presiden itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-Musakabe-Herman.jpg)