Opini

Opini: Menelisik Perbedaan D3 dan D4

Kemampuan operasional dianggap sangat pas. Juga kemampuan teknis sebagai operator ahli dianggap pas dan memadai. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ROBERT BALA
Robert Bala 

Inilah yang disiapkan oleh pendidikan D4 yang memantaskan seseorang sebagai manajer atau pemimpin. 
 
Mewujudkan Mimpi 
 
Dari uraian ini bisa terlihat bahwa program D3 bisa disebut ‘tanggung’. Disebut demikian karena dari segi kompetensi teknis atau operator, seseorang lulusan D3 telah dianggap telah memilikinya. 

Lebih lagi oleh rangkaian pengalaman menjadikannya sangat profesional. Sayangnya ia seakan gagap di lintasan akhir. 

Sayangnya saat karier puncak, lulusan D3 tidak dipercayakan sebagai pemimpin hanya karena belum memiliki ijazah D4 sebagai salah satu syaratnya. 
 
Lulusan D3 juga disebut ‘tanggung’ karena karier yang dirancang dari awal seakan terlihat ada celah. Yang dimaksud, ada semacam rasa tak percaya diri merancang karier. 

Sebuah rancangan yang seakan menyisakan hal tertentu yang sangat penting untuk karier yang lebih sempurna.  

Seseorang disiapkan untuk sebuah karya tetapi masih disisakan celah kompetensi manajerial.  

Kalau seperti ini maka mengingatkan kita akan kata-kata dari Eleanor Roosevelt, istri Presiden F.D. Roosevelt (presiden AS ke-32 tahun 1933-1945): The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. 
 
Artinya, masa depan hanya bisa pasti dan diperoleh ketika seseorang memiliki rasa percaya mimpinya. 

Hal itu yang tidak terlihat pada lulusan D3 yang ‘tanggung’ dalam merancang karier masa depannya. 
 
Dari pengalaman demikian maka semestinya dari awal, seseorang bisa langsung merancang sebuah proses untuk langsung mengambil program D4. 

Seseorang perlu yakin bahwa sesungguhnya D4 itu hanya selangkah lagi yang bisa dicapai kalau orang bertahan. 

Karena itu rencana inilah yang perlu digagas dengan lebih percaya diri, seperti kata-kata Anatole France: “Untuk mencapai hal-hal besar, kita tidak hanya harus bertindak, tetapi juga bermimpi; tidak hanya merencanakan, tetapi juga percaya.”  (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 


 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved