Opini
Opini: Sumpah Pemuda 97 Tahun, Mengulang Satu dari Jalan Kramat ke Jalan Desa
Pesan itu menegaskan bahwa tugas kita sebagai bangsa adalah terus menanamkan nilai saling menghormati.
Satu tanah air berarti tidak ada yang merasa tersisih di negerinya sendiri.
Satu bangsa berarti semua berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh.
Satu bahasa berarti kita berbicara dengan jujur, sopan, dan penuh rasa hormat.
Sumpah Pemuda bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi kompas moral bagi bangsa ini.
Tugas kita hari ini bukan mengulang kata-katanya, tetapi menghidupkan maknanya: dalam cara kita bekerja, melayani, dan berbicara.
Satu tanah air yang lestari
Satu bangsa yang berkeadilan
Satu bahasa yang mempersatukan
Mencintai Indonesia tidak cukup dengan bendera yang berkibar, tetapi juga dengan pelayanan yang tulus, kata yang benar, dan niat yang sungguh untuk menjaga tanah, manusia, dan kebijaksanaan yang menumbuhkan bangsa ini. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Zefirinus Kada Lewoema
Sumpah Pemuda
Jalan Kramat Jakarta
Pemuda Indonesia
Opini
Wage Rudolf Soepratman
Lagu Indonesia Raya
POS-KUPANG.COM
| Opini: Perairan NTT Tak Sekadar Terkait Perut Rakyat Namun Sumber Kedaulatan Ekonomi |
|
|---|
| Opini: ProKlim, Ekonomi Karbon, dan Momentum Aksi Nyata dari Komunitas |
|
|---|
| Opini - Ketika Data Mengalahkan Realitas: Ancaman Baru Bagi Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH |
|
|---|
| Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Zefirinus-Kada-Lewoema1.jpg)