Minggu, 26 April 2026

NTT Terkini 

Pengamat Politik Undana Sebut PKS NTT Harus Jaga Soliditas

Jimmy mengatakan, ada tiga hal dalam tantangan partai politik jika ingin eksis pada tahun Pemilu berikutnya. Kemandirian, basis dan kontekstual. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PEMBICARA - Pengamat politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Yohanes Jimmy Nami (kanan, di panggung) saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Wilayah ke-VI PKS NTT. Minggu, (24/8/2025) di Hotel Harper Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Yohanes Jimmy Nami menyebut Partai Keadilan Sejahtera atau PKS di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menjaga soliditas antar semua. 

"Mesin partai harus solid dan ada ketokohan. Jika ini tidak ada maka palingan hanya lolos verifikasi faktual saja tapi untuk menang sangat sulit,” katanya, saat menjadi pembicara di Musyawarah Wilayah ke-VI PKS NTT, Minggu (24/8/2025) di Hotel Harper Kupang. 

Jimmy mengatakan, ada tiga hal dalam tantangan partai politik jika ingin eksis pada tahun Pemilu berikutnya. Kemandirian, basis dan kontekstual. 

Tiga hal itu memang normatif tapi seringkali diabaikan oleh para politisi. Dia berkata, masyarakat saat ini sudah bergeser dari ideologi. 

Baca juga: Pengamat Politik Unmuh Kupang Ungkap Tantangan PKS di NTT

"Kontestasi elektoral memaksa kita untuk keluar dari ideologi dan beradaptasi. Jika kita tetap dengan ideologi maka kita tertinggal," katanya. 

Jimmy Nami mengatakan, kecurigaan terhadap PKS sebagai partai islam dan dakwah adalah sesuatu yang masih sulit diurai. Tapi pasar elektoral sangat menentukan bila ingin mencapai kemenangan. 

Kalau hanya untuk mengambil basis suara atau ingin menang, kata dia, maka bisa menggunakan langkah lainnya. Disamping itu, PKS perlu menjadi bagian yang mampu menembus ragam keterbatasan itu. 

Dia berkata, demokrasi jauh lebih berkualitas dan PKS harus di di dalamnya. Sebagai partai politik, PKS harus menjaga oligarkisasi, menjaga kepercayaan publik, mencegah korupsi, melaksanakan fungsi demokrasi, menciptakan partai alternatif dan membangun profesionalisme.

“PKS harus menjaga dan merawat strategi ini. Harus pertahankan idealisme sebagai warna berbeda agar menjadi partai alternatif bagi pemilih. Jaga jati darinya,” katanya.

Lebih lanjut, dikatakan terdapat anomali ambigu yang terjadi ditengah masyarakat. Kondisi ini disebabkan karena faktor dari figur yang diusung suatu partai. 

“Partai politik bukan lembaga sosial. Sehingga basis menjadi penting untuk diperhatikan," sambung dia. 

Menurut Jimmy, berbicara tentang basis mesti kerja keras untuk menginventarisir semua hal, baik positif dan negatifnya sehingga bisa mengambil sikap mengatasi berbagai hal di setiap basis. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS   

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved