Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 8 Agustus 2025, Hidup Berorientasi Keselamatan: Rendah Hati, Tak Egois
Adalah benar bahwa jika ada sikap semangat kerendahan hati maka tendensi hidup ingat diri menipis dan semangat hidup berkorban
Renungan Harian Katolik
Jumat, 8 Agustus 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
PW Santo Dominikus, Imam dan Pendiri Ordo Pengkotbah
HIDUP BERORIENTASI KESELAMATAN: RENDAH HATI DAN TIDAK EGOIS
(Ul 4:32-40; Mzm 77:12-13.14-15.16.21; Mat 16:24-28).
"Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apa yang akan diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa keunggulan para pengikut Kristus ada pada sikapa kerendahan hati untuk siap-sedia menyangkal diri, memikul salib dan hidup seperti Kristus sendiri (pro kebaikan). Konsekuensi ketiga keunggulan itu ialah kemuliaan hidup kelak.
Adalah benar bahwa jika ada sikap semangat kerendahan hati maka tendensi hidup ingat diri menipis dan semangat hidup berkorban demi Tuhan (pro-kebaikan dan hidup) akan terwujud dalam program hidup kita sebagai pengikut Tuhan Yesus.
Hidup tanpa orientasi keselamatan kelak, membuat kabur seluruh program hidup dan tujuan ziarah hidup itu sendiri di dunia fana ini kini akan menjadi tak berguna dan sia-sia belaka. Tantangan berat yang harus diperangi dengan sungguh-sungguh ialah diri kita sendiri.
Sebab kecenderungan hidup yang berfokus pada diri dan menjadikan diri sendiri pusat segala-galanya menggoda setiap individu dalam ketaksadaran diri sendiri.
Bahkan sikap ekstrim dari ingat diri ini bisa menjebak siapa saja untuk hidup tanpa melibatkan Tuhan dalam setiap kebutuhan hidupnya. Iblis justru memanfaatkan peluang ini untuk menggoda dan menjebak manusia.
Roh jahat memicu kita berhadap pada diri sendiri, sementara roh baik memacu kita untuk dalam kondisi apa pun tetap berharap pada Tuhan.
Bangsa Israel selalu berharap dan melibatkan Tuhan dalam seluruh perkara hidup mereka. Dengan demikian mereka menjadi bangsa istimewanya Tuhan. Sebab itu kepada mereka, Tuhan selalu beri kebaikan, kesejahteraan dan berkat kudus-Nya.
Musa sebagai pemimpin bangsa ini, membuka mata dan hati mereka akan kebaikan Tuhan yang mereka terima sejak dulu kala.
Kata Musa kepada mereka, "Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baiklah keadaanmu dan keadaan anak-anakmu di kemudian hari. Maka engkau akan hidup lama di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu untuk selama-lamanya." (Ul 4:40).
Kunci hidup baik, sejahtera dan umur panjang bagi manusia, ada pada kemauan untuk berpegang pada ketetapan dan menjalankan perintah Tuhan dalam hidup.
Pemazmur memberi tanggapan dalam madah pujiannya, "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu." (Mzm 77:12-13).
Memeditasikan dan terlebur dalam permenungan akan kebaikan kasih Tuhan dalam hidup, merupakan tindakan iman yang amat penting. Godaan besar untuk hidup ego dan tidak pedulikan Tuhan dalam hidup praktis terbuka lebar.
Kesombongan untuk membanggakan diri akan hal-hal fana yang diperoleh menjadi tantangan internal yang harus selalu diwaspadai.
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.